Recent Posts

Showing posts with label Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Kuliah. Show all posts

(PPT) SISTEM BASIS DATA

 



Lebih lengkapnya silahkan download dibawah ini :



KUMPULAN DAFTAR PERINTAH COMMAND PROMPT

 
KUMPULAN DAFTAR PERINTAH COMMAND PROMPT


Command Prompt adalah sebuah perintah dos yang terdapat pada OS windows yang dapat memudahkan user dalam menjelajahi windows baik secara online maupun offline, dan aplikasi ini bisa juga disalahgunakan oleh seorang cracker untuk menjalankan aksi-aksinya hanya dengan menggunakan command prompt. Maka dari itu sebagai langkah antisipasi bagi anda sebagai user adalah dengan mengenal lebih jauh tentang seluk beluk dari command prompt agar bisa memahami cara kerja dan manfaatnya, salah satu dari sekian banyak manfaat dari command prompt adalah kemampuannya untuk mendeteksi adanya virus, memisahkan virus dengan file yang diinfeksinya, mencari file induk virus hanya dengan perintah ATTRIB . Berikut dibawah ini merupakan daftar perintah-perintah yang ada pada command prompt dari A-X :

a
ADDUSERS : Tambah daftar pengguna untuk / dari file CSV
ARP : Address Resolution Protocol  
Assoc : Ubah ekstensi file asosiasi
ASSOCIAT : Salah satu langkah asosiasi file
Attrib : Ubah atribut berkas

b
Bootcfg : Edit Windows boot settings
BROWSTAT : Dapatkan domain, info browser dan PDC

c
CACLS : Ubah file permissions
CALL : Panggil satu program batch yang lain
CD : Mengganti Directory – pindah ke Folder tertentu
Change : Ganti Terminal Server Session properties
CHKDSK : Check Disk – memeriksa dan memperbaiki masalah disk
CHKNTFS : Periksa sistem file NTFS
CHOICE : Menerima input keyboard ke sebuah file batch
CIPHER : Encrypt atau Decrypt file / folder
CleanMgr : Ototmatis membersihkan Temperatur file, recycle bin
CLEARMEM : Hapus kebocoran memori
CLIP : Salin STDIN ke Windows clipboard.
CLS : Menghapus layar (Clear The Screen)
CLUSTER : Windows Clustering
CMD : Start a new CMD shell
COLOR : Mengubah warna dari jendela CMD
COMP : Membandingkan isi dari dua file atau set file
COMPACT : Compress file atau folder pada partisi NTFS
Compress : Compress tunggal file pada partisi NTFS
CON2PRT : Menghubungkan atau memutuskan sambungan dengan Printer
CONVERT : Konversi FAT ke drive NTFS
COPY : Menyalin satu atau lebih file ke lokasi lain
CSCcmd : clien-side caching (Offline Files)
CSVDE : Impor atau Ekspor Active Directory data

d
DATE : Display atau mengatur tanggal
Defrag : Defragment hard drive
DEL : Menghapus satu atau lebih file
DELPROF : Hapus profil pengguna NT
DELTREE : Menghapus folder dan semua subfolder
DevCon : Device Manager Command Line Utility
DIR : Menampilkan daftar file dan folder
DIRUSE : Tampilkan penggunaan disk
DISKCOMP : Bandingkan isi dua floppy disk
Diskcopy : Salin isi dari satu disket ke yang lain
DISKPART : Disk Administrasi
DNSSTAT : DNS Statistik
DOSKEY : Edit baris perintah, ingat perintah, dan membuat macro
DSADD : Tambah User (komputer, group ..) ke direktori aktif
DSQUERY : Daftar item dalam direktori aktif
DSMOD : Ubah user (computer, group ..) di direktori aktif
DSRM : Hapus item dari Active Directory

e
ECHO : Menampilkan pesan di layar
ENDLOCAL : Akhir localisation perubahan lingkungan dalam file batch
ERASE : Menghapus satu atau lebih file
EVENTCREATE : Tambahkan pesan ke Windows event log
EXIT : Keluar dari skrip arus / rutin dan menetapkan errorlevel
EXPAND : uncompress file
Ekstrak : uncompress file CAB

f
FC : Bandingkan dua file
FIND : Mencari string teks dalam sebuah file
FINDSTR : Cari string dalam file
FOR / F : pengulangan perintah terhadap satu set file
FOR / F : pengulangan perintah terhadap hasil perintah lain
FOR : pengulangan perintah terhadap semua options Files, Directory, List
FORFILES : Proses Batch beberapa file
FORMAT : Format disk
FREEDISK : Periksa free disk space/disk yang tersisa (dalam bytes)
FSUTIL : File dan Volume utilitas
FTP : File Transfer Protocol
FTYPE : Tampilkan atau memodifikasi jenis file yang digunakan dalam asosiasi ekstensi file

g
GLOBAL : Display keanggotaan kelompok global
GOTO : Direct a batch program untuk melompat ke baris berlabel
GPUPDATE : Update pengaturan Kebijakan Grup

h
HELP : Online Help

i
ICACLS : Ubah file dan folder permissions
IF : kondisional melakukan perintah
IFMEMBER : Apakah pengguna saat ini dalam sebuah NT Workgroup
IPCONFIG : Configure IP

k
KILL : Remove program dari memori

l
LABEL : Edit disk label
LOCAL : Display keanggotaan kelompok-kelompok lokal
LOGEVENT : Menulis teks ke NT event viewer
Logoff : user log off
LOGTIME : log tanggal dan waktu dalam file

m
MAPISEND : Kirim email dari baris perintah
MBSAcli : Baseline Security Analyzer
MEM : Display penggunaan memori
MD : Buat folder baru
MKLINK : Buat link simbolik (linkd)
MODE : Mengkonfigurasi perangkat sistem
MORE : Display output, satu layar pada satu waktu
MOUNTVOL : mengelola volume mount point
MOVE : Pindahkan file dari satu folder ke yang lain
MOVEUSER : Pindahkan pengguna dari satu domain ke domain lainnya
MSG : mengirim pesan atau message
MSIEXEC : Microsoft Windows Installer
MSINFO : Windows NT diagnostics
MSTSC : Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol)
MUNGE : Cari dan Ganti teks dalam file (s)
MV : Copy in-menggunakan file

n
NET : Kelola sumber daya jaringan
NETDOM : Domain Manager
Netsh : Configure Network Interfaces, Windows Firewall & Remote akses
NETSVC : Command-line Service Controller
NBTSTAT : Tampilkan statistik jaringan (NetBIOS over TCP / IP)
NETSTAT : Display networking statistics (TCP / IP)
NOW : Tampilan saat ini Tanggal dan Waktu
NSLOOKUP : Nama server lookup
NTBACKUP : Backup folder ke tape
NTRIGHTS : Edit hak user account

p
PATH : Menampilkan atau menetapkan path pencarian untuk file executable
PATHPING : jejak jalur jaringan ditambah paket latensi dan kerugian
PAUSE : memenjarakan(suspend) pengolahan file batch dan menampilkan pesan
perms : Tampilkan izin untuk pengguna
PERFMON : Kinerja Monitor
PING : Menguji koneksi jaringan
POPD : Mengembalikan nilai sebelumnya dari direktori sekarang yang disimpan oleh PUSHD
PORTQRY : Tampilan status ports dan services
Powercfg : Mengkonfigurasi pengaturan daya
PRINT : Mencetak file teks
PRNCNFG : Display, mengkonfigurasi atau mengubah nama printer
PRNMNGR : Tambah, menghapus, daftar printer menetapkan printer default
PROMPT : Mengubah command prompt
PsExec : Proses Execute jarak jauh
PsFile : menampilkan file dibuka dari jarak jauh (remote)
PsGetSid : Menampilkan SID sebuah komputer atau pengguna
PsInfo : Daftar informasi tentang sistem
PsKill : proses mematikan berdasarkan nama atau ID proses
PsList : Daftar informasi rinci tentang proses-proses
PsLoggedOn : siapa saja yang log on (lokal atau melalui resource sharing)
PsLogList : catatan kejadian log
PsPasswd : Ubah sandi account
PsService : Melihat dan mengatur layanan
PsShutdown : Shutdown atau reboot komputer
PsSuspend : proses Suspend
PUSHD : Simpan dan kemudian mengubah direktori sekarang

q
QGREP : Cari file(s) untuk baris yang cocok dengan pola tertentu

r
RASDIAL : Mengelola koneksi RAS
RASPHONE : Mengelola koneksi RAS
Recover : perbaikan file yang rusak dari disk yang rusak
REG : Registry = Read, Set, Export, Hapus kunci dan nilai-nilai
REGEDIT : Impor atau ekspor pengaturan registry
Regsvr32 : Register atau unregister sebuah DLL
REGINI : Ubah Registry Permissions
REM : Record comments (komentar) di sebuah file batch
REN : Mengubah nama file atau file
REPLACE : Ganti atau memperbarui satu file dengan yang lain
RD : Hapus folder (s)
RMTSHARE : Share folder atau printer
Robocopy : Copy File dan Folder secara sempurna
RUTE : Memanipulasi tabel routing jaringan
RUNAS : Jalankan program di bawah account pengguna yang berbeda
RUNDLL32 : Jalankan perintah DLL (add / remove print connections)

s
SC : Control Layanan
SCHTASKS : Jadwal perintah untuk dijalankan pada waktu tertentu
SCLIST : Tampilkan Layanan NT
SET : Display, set, atau menghapus variabel environment
SETLOCAL : Pengendalian environment visibilitas variabel
SETX : Set variabel environment secara permanen
SFC : Pemeriksa Berkas Sistem
SHARE : Daftar atau mengedit file share atau share print
SHIFT : Shift posisi digantikan parameter dalam sebuah file batch
SHORTCUT : jendela Buat shortcut (. LNK file)
SHOWGRPS : Daftar NT Workgroups seorang pengguna telah bergabung
SHOWMBRS : Daftar Pengguna yang menjadi anggota dari sebuah Workgroup
SHUTDOWN : Shutdown komputer
SLEEP : Tunggu untuk x detik
SLMGR : Software Licensing Management (Vista/2008)
SOON : Jadwal perintah untuk menjalankan dalam waktu dekat
SORT : Sort input
START : memulai sebuah program atau perintah dalam jendela terpisah
SU : Switch User
SUBINACL : Edit file dan folder Permissions, Kepemilikan dan Domain
SUBST : Associate jalan dengan huruf drive
Systeminfo : Daftar konfigurasi sistem

t
TASKLIST : Daftar menjalankan aplikasi dan services
TASKKILL : Hapus proses yang berjalan dari memori
TIME : Menampilkan atau mengatur waktu sistem
TIMEOUT : penundaan pemrosesan dari sebuah batch file
TITLE : Mengatur judul window untuk sesi cmd.exe
TLIST : daftar tugas dengan path lengkap
TOUCH : mengganti file timestamps
Tracert : Trace route ke sebuah remote host
TREE : tampilan grafis struktur folder
TYPE : Menampilkan isi dari file teks

u
USRSTAT : Daftar domain nama pengguna dan terakhir login

v
VER : Tampilkan versi informasi
VERIFY : Pastikan bahwa file sudah disimpan
VOL : Menampilkan sebuah label disk

w
WHERE : Menempatkan dan menampilkan file dalam sebuah pohon direktori
wHOAMI : Output UserName saat ini dan manajemen domain
WINDIFF : Bandingkan isi dua file atau set file
WINMSD : Sistem Windows diagnostik
WINMSDP : Sistem Windows diagnostik II
WMIC : Perintah WMI

x
XCACLS : Ubah file dan folder permissions
XCOPY : Menyalin file dan folder



Perbedaan Entrepreneurship dengan Teknopreneurship

 
Perbedaan Entrepreneurship dengan Teknopreneurship
Saat membaca kata technopreneur (teknopreneur, id.), kemungkinan besar pikiran kita akan tertuju pada dua hal, teknologi dan entrepreneurship atau kewirausahaan. Ya, teknopreneur memang didefinisikan sebagai entrepreneur yang mengoptimalkan segenap potensi teknologi yang ada sebagai basis pengembangan bisnis yang dijalankannya.
Namun, permasalahan mendasarnya adalah teknopreneur sendiri merupakan istilah yang masih asing di kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya. Kecuali bagi mereka yang terus mengikuti segenap perkembangan bisnis dunia. Selain itu, bagi mereka yang sudah mengenalnya pun masih ada yang salah kaprah memahaminya sebagai IT entrepreneur.
(Fathoni, 2007)
Teknopreneur terdapat pada bidang pertanian misalnya, berupa pembuatan peralatan pertanian, penggunaan tenaga binatang dalam mengolah lahan pertanian, pembuatan irigasi pertanian untuk membantu mengalirkan air ke lahan pertanian. Lalu teknopreneur pada bidang industri, yang dahulu sering disebuat revolusi industri, menemukan alat-alat canggih yang dapat membantu peroses peroduksi. Alat-alat moderen mulai diproduksi massal seperti kendaraan otomotif, perumahan, retail dan lain-lain. Dan sekarang bisnis teknologi mulai digemari, contoh saja Bill Gate sebagai salah satu pendiri Microsoft.
Apa yang membuat teknopreneur berbeda dangan entrepreneur?, kata entrepreneur (bahasa Inggris) yang berasal dari bahasa Perancis entreprendre yang sudah dikenal sejak abad ke-17 The Concise Oxford French Dictionary mengartikan entrepreneur sebagai to undertake (menjalankan, melakukan, berusaha), to set about (memulai, menentukan), to begin (memulai) dan to attempt (mencoba, berusaha). Kata entrepreneur atau wirausaha dalam bahasa Indonesia merupakan gabungan dari kata wira (gagah, berani, perkasa) dan usaha (bisnis) sehingga istilah entrepreneur dapat diartikan sebagai orang yang berani atau perkasa dalam usaha/bisnis.( Nasution, Arman Hakim et al, 2007)
Entrepreneur adalah seorang innovator yang menggabungkan teknologi yang berbeda dan konsep-konsep bisnis untuk menghasilkan barang atau jasa baru yang mampu mengenali setiap kesempatan yang menguntungkan, menyusun strategi dan yang berhasil menerapkan ide-idenya. Entrepreneur bukanlah sekedar pedagang, namun bermakna jauh lebih dalam, yaitu berkenaan dengan mental manusia, rasa percaya diri, efisiensi, kreativitas, ketabahan, keuletan, kesungguhan dan moralitas dalam menjalankan usaha mandiri.
Ada sedikit perbedaan antara entrepreneur dengan teknopreneur, meskipun esensinya sama. Seseorang bisa disebut “Entrepreneur Sukses” apabila secara ekonomi ia mampu memberikan nilai tambah ekonomis bagi komoditas yang dijual sehingga mampu menciptakan kesejahteraan bagi dirinya.
Dengan demikian, mereka yang digolongkan sebagai entrepreneur sukses adalah yang termasuk pensuplay produk bagi kebutuhan pasar pemerintah (supplier pemerintah), pensuplay kebutuhan pasar masyarakat (pedagang), ataupun pengusaha yang bergerak di sektor jasa dengan sifat persaingan pasar yang cenderung monopolistik hingga ke persaingan bebas (komoditi).
Berbeda dengan entrepreneur diatas, teknopreneur dibangun berdasarkan keahlian yang berbasis pada pendidikan dan pelatihan yang didapatkannya di bangku perkuliahan ataupun dari percobaan. Mereka menggunakan teknologi sebagai unsur utama pengembangan produk suksesnya, bukan sekedar jaringan, lobi dan pemilihan pasar secara demografis. Mereka yang disebut teknopreneur adalah seorang “Entrepreneur Modern” yang berbasis teknologi. Inovasi dan kreativitas sangat mendominasi mereka untuk menghasilkan produk yang unggulan sebagai dasar pembangunan ekonomi bangsa berbasis pengetahuan (Knowledge Based Economic).( Nasution, Arman Hakim et al, 2007)
Perbedaan Entrepreneur dan Teknopreneur

Usaha Kecil
Entrepreneur
Teknopreneur
Motivasi
-Sumber hidup
-Tingkat keamanan
-Bekerja sendiri
-Ide khusus
-Personaliti pemilik
-Motivasi mendominasi
-Ide dan konsep
-Eksploitasi kesempatan
-Akumulasi kekayaan
-Pola pikir revolusioner
-Kompetisi dan resiko
-sukses dengan teknologi baru
-Finansial, nama harum
Kepemilikan
-Pendiri/rekan bisnis
-saham pengendali
-Maksimalisasi keuntungan
-Penguasaan pasar
-Saham kecil dari kue besar
-Nilai perusahaan terus bertambah
Gaya Manajerial
-Trial dan error
-Lebih personal
-Orientasi local
-Menghindari resiko
-Arus kas stabil
-Mengikuti pengalaman
-Profesionalisme
-Resiko pada menejeman
-Pengalaman terbatas
-Fleksibel
-Target strategi global
-Inovasi produk berkelanjutan
Kepemimpinan
-Jalan hidup
-Hubungan baik
-Dengan contoh
-Kolaborasi
-Kemenangan kecil
-Otoritas tinggi
-Kekuatan lobi
-Imbalan untuk kontribusi
-manajemen baru
-Perjuangan kolektif
-Sukses masa depan visioner
-Membagi kemajuan bisnis
-Menghargai kontribusi dan pencapaian
R&D dan Inovasi
-Mempertahankan bisnis
-Pemilik bertanggung jawab
-Siklus waktu yang lama
-Akumulasi teknologi sangat kecil
-Bukan prioritas utama, kesulitas mendapatkan penelitian
-Mengandalkan franchise, lisensi
-Memimpin dalan riset dan inovasi, IT, biotek global
-Akses ke sumber teknologi
-Bakat sangat tinggi
-Kecepatan peluncuran produk ke pasar
Outsourcing dan Jaringan Kerja
-Sederhana
-Lobi bisnis langsung
-Penting tapi sulit mendapatkan tenaga ahli
-Kemampuan umum
-Tidak selalu tersedia pada tingkat global
-Pengembangan bersama tim outsourcing
-Banyak penawaran
-Science and technology park
Potensial Pertumbuhan
-Siklus ekonomi
-Stabil
-Penetrasi nasional cepat, global lambat
-Pemimpin pasar dalam waktu singkat dengan proteksi, monopoli, ologopoli
-Pasar berubah dengan teknologi baru
-Akuisi teknologi baru
-Aliansi global untuk mempertahankan pertumbuhan
Target Pasar
-Lokal
-Kompetisi dengan produk di pasar
-Penekanan biaya
-Penguasaan pasar nasional
-Penetrasi pasar mamakan waktu lama
-Produk baru untuk pelanggan baru
-Pasar global sejak awal
-jaringan science and tech.park
-penekanan time to market, presale dan postsale.
-Mendidik konsumen teknologi baru
Sumber : Amir Sambodo,Makalah Seminar Pengembangan Teknopreneurship
Jakarta, 10 Agustus 2006
Teknopreneur adalah pengusahan yang membangun bisnisnya berdasarkan keahliannya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan menghasilkan prosuk inovatif yang berguna tidak hanya bagi dirinya, tetapi bagi kesejahteraan bangsa dan negaranya.
Kisah Sukses Google: Kisah Sukses Kewirausahaan Berbasis Teknologi
Mesin pencari situs di internet, yakni google, didirikan oleh Page dan Brian dari sebuah proyek penelitian tingkat doctoral di Universitas Stanford pada pertengahan 90-an. Tahun 1998, Page dan Brian berhasil meyakinkkan seorang investor untuk menanamkan modal USD 100 USD di tengah ketidakpercayaan investor ventura akan prospek internet. Tersedianya modal kepercayaan investor tersebut memungkinkan keduanya untuk mempu menarik modal kawan-kawan dan keluarganya hingga meraih modal USD 1 juta.
Bermodalkan kepercayaan tersebut, keduanya kemudian mengembangkan Google menjadi mesin pencari utama. Gaya manajemennya yang unik, yaitu main-main, santai tapi serius, mewarnai kantor pusat Googleplex yang didesain meriah, dengan aneka cemilan pada tempat strategis, sarana bilyar atau berenang, hingga beberapa karyawan yang hilir mudik dengan skateboard. Konsep Page dan Brian adalah karyawan yang ceria dan bahagia. Disamping itu, mereka juga membagi opsi saham secara royal kepada karyawanya sehingga para karyawan seakan-akan bekerja untuk dirinya sendiri.
Manajemen gaya dua anak muda yang suka pesta dan makan enak tersebut ternyata membentuk Microsoft. Banyak karyawan Microsoft yang berduyun-duyun berpindah ke Google sehingga seakan-akan Microsoft hanya menjadi biro tenaga kerja yang siap pakai untuk disalurkan ke Google. Hingga tahun 2006, lulusan terbaik universitas Mapan di As mematok Google sebagai pilihan teratas untuk meniti karier (Sumber: David A Vise dan Mark Malseed, Kisah sukses Google, 2006).
Dalam teknopreneur peniruan semakin cepat terjadi, hal ini mengakibatkan siklus hidup produk semakin pendek. Produk berteknologi tinggi seperti elektronik yang dulunya baru bisa ditiru dalam 1 tahun, sekarang telah mampu ditiru hanya dalam 2 bulan bahkan hanya dalam beberapa minggu.
Oleh karena itu, kecepatan peluncuran inovasi produk menjadi kekuatan perusahaan yang menjadi market leadership. Di bidang elektronik kita mengenal Sony sebagai pelopor teknologi, sedangkan di bidang musik entertain kita mengenal Apple. Mengingat akan hal tersebut, pengembangan produk akan mengarah kepada trend penggunaan “concurrent engineering” untuk mempercepat peluncuran produk baru.
Pentingnya Inovasi dalam Teknopreneurship.
Salah satu hal yang penting dalam teknopreneur ialah inovasi. Inovasi adalah pengenalan sesuatu yang baru dan bermanfaat. Orang yang inovatif ditandai oleh kecendrungan untuk memperkenalkan gagasan, metode, peralatan prosedur dan produk/jasa baru yang lebih baik atau lebih bermanfaat.
Inovasi merupakan kelanjutan dari penemuan yaitu kegiatan kreatif untuk menciptakan suatu konsep baru untuk dengan manfaat dan kebutuhan yang baru. Dalam teknopreneur hasil inovasi ini kemudian diwujudkan dan diimplementasikan menjadi suatu bisnis yang sukses.
Inovasi adalah suatu fungsi khusus dari teknopreneurship, yakni kegiatan yang membawa sumber daya dengan kepasitas baru untuk menciptakan kesejahteraan. Inovasi merupakan pekerjaan terorganisasi, sistematis, rasional, bersifat konseptual dan perseptual. Hal terpenting dari suatu inovasi adalah gagasan, penerapan dan kegunaan. Dan yang terpenting adalah apakah seorang wirausahawan mampu untuk menangkap sebuah inovasi teknologi menjadi sebuah usaha/bisnis. Era baru kesuksesan bisnis saat ini adalah menjadi seorang teknopreneur.




Mengukur Kadar Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor

 

ALAT UKUR KADAR PARTIKULAT MATTER (PM10) PADA GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR







I. PENDAHULUAN

Sarana transportasi saat ini sangat dibutuhkan bagi masyarakat yang melakukan aktivitas  perjalanan  di  luar  rumah.  Kebutuhan  sarana  transportasi  tersebut memacu   laju   pertambahan   kendaraan   bermotor   yang   semakin   meningkat, sehingga konsumsi bahan bakar juga mengalami peningkatan yang berujung pada bertambahnya jumlah pencemaran yang dilepaskan ke udara. Salah satu pencemaran   udara   disebabkan   oleh   emisi   kendaraan   bermotor.   Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif, baik terhadap kesehatan manusia maupun  terhadap lingkungan, seperti timbal/timah hitam (Pb), suspended particulate matter (SPM), oksida nitrogen (NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan oksida fotokimia (Ox).

Perbedaan Dual Core Dengan Core i7

 


Pentium Dual-Core mengacu pada merek mainstream x86-arsitektur mikroprosesor dari Intel. Mereka didasarkan pada baik 32-bit Yonah atau (dengan microarchitectures cukup berbeda) 64-bit Merom, Allendale, dan yang lebih baru-baru ini, dengan peluncuran model E5200, Wolfdale core, ditargetkan pada ponsel atau komputer desktop.
Dalam hal fitur, harga dan kinerja pada frekuensi clock tertentu, Pentium Dual-Core prosesor Celeron diposisikan di atas tapi di bawah mikroprosesor Intel Core dan Core 2 . Pentium Dual-Core juga merupakan pilihan yang sangat populer untuk overclocking, karena dapat memberikan kinerja yang optimal (ketika overclocked) pada harga yang rendah.

Processor cores
Pada tahun 2006, Intel mengumumkan sebuah rencana untuk kembali pensiun dari merek Pentium, sebagai moniker biaya rendah arsitektur prosesor Core didasarkan pada single-core Conroe-L namun dengan 1 MB dari cache. Nomor identifikasi bagi mereka yang direncanakan Pentiums tersebut mirip dengan jumlah kedua Pentium Dual-Core CPU, tetapi dengan satu “1″ digit , bukannya “2″, menyarankan fungsionalitas inti tunggal. A single-core Conroe-L dengan 1 MB cache dianggap tidak cukup kuat untuk membedakan yang direncanakan Pentiums dari Celerons, sehingga digantikan oleh dual-core CPU, menambahkan “Dual-Core” ke nama baris. Selama tahun 2009, Intel mengubah nama kembali dari Pentium Dual-Core untuk Pentium dalam publikasi. Beberapa prosesor yang dijual di bawah nama keduanya. Sebagai contoh, seri ultra-SU2xxx tegangan rendah adalah Pentium prosesor inti tunggal.

Free Download Skripsi Teknik Informatika

 

Bahasa Rakitan

 
Pemrograman dan Bahasa Rakitan
1.1 Pendahuluan
Komputer dalam melaksanakan tugasnya tidak dapat dipisahkah dari peralatan lainnya yang mendukung kegiatan kerja komputer secara menyeluruh. Di samping terdapat piranti pendukung yang dapat memberi kemajuan bagi komputer, juga memberi ketepatan kerja yang sangat baik. Perangkat yang paling penting bagi komputer dalam melaksanakan tugasnya adalah tersedianya pernyataan yang memberi perintah untuk menyelenggarakan perhitungan dan pengendalian, karena tanpa hal itu komputer tidak akan mampu melakukan apa-apa. Susunan pernyataan ini dalam suatu kumpulan dinyatakan sebagai program.
Pemrograman merupakan cara dengan mana sekumpulan perintah yang dihasilkan bagi sebuah komputer menyelenggarakan aktivitas yang ditentukan. Aktivitas dapat berupa apa saja, tetapi secara umum berkaitan dengan penyelesaian perhitungan atau pengendalian.

Pengertian Grafika Komputer

 
Grafika Komputer merupakan sekumpulan alat yang digunakan untuk membuat gambar dan berinteraksi dengan gambar dengan cara-cara seperti yang biasa digunakan. Peralatan tersebut dapat berupa perangkat keras ataupun piranti lunak. Semua peralatan tersebut memberi fasilitas kepada programmer membuat program-program grafis yang baik. Secara umum program-program komputer grafis ditujukan untuk memudahkan interaksi antara manusia dengan komputer.

1.1 Implementasi Grafika Komputer
Aplikasi grafika komputer adalah program komputer yang dirancang khusus untuk menghasilkan grafis datau representasi visual dari data ke dalam bentuk gambar, slide dan sebagainya. Ruang lingkup

Pengertian ERD Dan Cara Pembuatannya

 
ERD (Entity Relationship Diagram) ERD ERD adalah pemodelan data utama dan akan membantu mengorganisasikan data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan hubungan antar entitas. Entitas (Entity) Entitas adalah suatu yang nyata atau abstrak dimana kita akan menyimpan data. Contoh entitas pegawai, entitas kampus, entitas buku dsb. Relasi (Relationship) Relasi adalah hubungan alamiah yang terjadi antara satu atau lebih entitas, misal proses pembayaran pegawai. Kardinalitas menentukan kejadian suatu entitas untuk satu kejadian pada entitas yang berhubungan. Misal, mahasiswa bisa mengambil banyak mata kuliah Atribut (Attribute) Atribut adalah ciri umum semua atau sebagian besar instansi pada entitas tertentu. Sebutan lain atribut adalah properti,

ARSITEKTUR MEMORI

 
ARSITEKTUR SISTEM MEMORI
I. TEKNOLOGI DAN BIAYA SISTEM MEMORI
Ada 2 teknologi yang mendominasi industri memori sentral dan memori utama, yaitu :
a. Memori Magnetic Core (tahun 1960) Sel penyimpanan yang ada dalam memori inti dibuat dari elemen besi yang berbentuk donat yang disebut magnetic core (inti magnetis) atau hanya disebut core saja. Para pembuat(pabrikan) yang membuat core ini menyusun core plane bersama dengan sirkuit lain yang diperlukan, menjadi memori banks(bank memori).
b. Memori Solid State Komputer yang pertama diproduksi untuk tujuan komersil adaalah UNIVAC dimana : • CPU nya menggunakan teknologi vacuum tube (tabung hampa udara) dan menjalankan aritmatika decimal.
• Memori utamanya 1000 word (setiap word besarnya 60 bit dan menyimpan 12 karakter 5 bit) II. 

ORGANISASI MEMORI
• Salah satunya adalah menggunakan Inteleaving dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan kecepatan pengaksesan system penyimpanan yang besar.
• Sistem penyimpanan yang besar terdiri atas beberapa bank memori independent yang diakses oleh CPU dan peralatan I/O melalui pengontrolan port memori Contoh : Cross bar switch Sistem penyimpanan menggunakan Interleave High Order
• Setiap bank (penyimpanan) berisi blok alamat yang berurutan.
• Setiap peralatan, termasuk CPU, menggunakan bank memori yang berbeda untuk program dan datanya, maka semua bank dapat mentransfer data secara serentak. Sistem penyimpanan menggunakan Interleave Low Order
• Alamat yang berurutan berada dalam bank yang terpisah, sehingga setiap peralatan perlu mengakses semua bank selagi menjalankan programnya atau mentransfer data. Contohnya : suatu siklus memori lebih lama daripada waktu siklus CPU.
• Apabila word yang berurutan berada dalam bank yang berbeda, maka system penyimpanan bila dilengkapi dengan putaran yang cocok dapat melengkapi akses memori yang berurutan, dengan kata lain setelah CPU meminta untuk mengakses word pertama yang disimpan dalam salah satu bank, maka ia dapat bergerak ke bank kedua dan mengawali akses word kedua sementara penyimpanan tetap mendapatkan kembali word pertama sementara penyimpanan tetap mendapatkan kembali word pertama.Pada CPU kembali ke bank pertama, system penyimpanan diharapkan telah menyelesaikan mengakses word pertama dan telah siap mengakses lagi.

Pengertian Matematika Diskrit

 
Apakah Matematika Diskrit Itu? Rasa ingin tahu adalah ibu dari semua ilmu pengetahuan Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta
• Matematika diskrit: cabang matematika yang mengkaji objek-objek diskrit.
• Apa yang dimaksud dengan kata diskrit (discrete)? Benda disebut diskrit jika: - terdiri dari sejumlah berhingga elemen yang berbeda - elemen-elemennya tidak bersambungan (unconnected). Contoh: himpunan bilangan bulat (integer)
• Lawan kata diskrit: kontinyu atau menerus (continuous). Contoh: himpunan bilangan riil (real) • Komputer digital bekerja secara diskrit. Informasi yang disimpan dan dimanipulasi oleh komputer adalah dalam bentuk diskrit.
• Matematika diskrit merupakan ilmu dasar dalam pendidikan informatika atau ilmu komputer.
• Matematika diskrit memberikan landasan matematis untuk kuliah-kuliah lain di informatika.  algoritma, struktur data, basis data, otomata dan teori bahasa formal, jaringan komputer, keamanan komputer, sistem operasi, teknik kompilasi, dsb.
• Matematika diskrit adalah matematika yang khas informatika

PENGERTIAN SDM

 
Pengertian SDM Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya. Terdapat perbedaan pendapat diantara para ahli terhadap pengertian manajemen sumber daya manusia sebagaimana yang disadur oleh Bambang Wahyudi dalam bukunya manajemen sumber daya manusia sebagai berikut : Menurut Flippo Edwin B. (1982 :10) : “Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dari pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan sumber daya manusia ke suatu titik akhir dimana tujuan-tujuan perorangan, organisasi dan masyarakat terpenuhi.” Menurut Andrew F. Sikula (1981:12) : “Manajemen Sumber Daya Manusia Adalah penerapan sumber daya manusia oleh dan dalam perusahaan”. Lebih lanjut F. Sikula (1981 : 13) menjelaskan bahwa : “Manajemen Sumber Daya Manusia adalah proses penarikan, penyeleksian, penempatan, Indoktrinasi, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia oleh dan didalam suatu perusahaan”. Menurut Wayne F. Cascio / Elias M. Awad : (1981 :5) : “Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penarikan, seleksi, penerimaan, pengembangan, dan pemanfaatan sumber daya manusia dalam rangka pencapaian tujuan baik individu maupun organisasi”. Menurut Bambang Wahyudi (1991 :12) : Manajemen Sumber Daya Manusia adalah ilmu dan seni atau proses memperoleh, memajukan atau mengembangkan, dan memelihara tenaga kerja yang kompeten sehingga tujuan organisasi tercapai secara efisien dan terdapat kepuasan dalam diri pribadi Sedangkan pengertian manajemen sumber daya manusia. Menurut Dale Yoder yang disadur oleh Malayu S.P. Hasibuan (1995 : 4) : “Manajemen sumber daya manusia adalah penyediaan, kepemimpinan dan pengarahan para karyawan dalam pekerjaan atau hubungan kerja mereka”. Manajemen sumber daya manusia merupakan ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat (Hasibuan : 1995). Dari pengertian-pengertian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu fungsi dalam organisasi yang mengusahakan pengolahan sumber daya manusia dalam rangka mencapai tujuan individu, organisasi dan masyarakat. Sumber Daya Manusia Memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab : 
1. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection 
a.Persiapan 
Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan / forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya. Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya. 
b. Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga spesifikasi pekerjaan / job specification. 
c. Seleksi tenaga kerja / Selection 
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.

2. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
3. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection
kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu. Kompensasi atau imbalan yang diberikan bermacam-macam jenisnya yang telah diterangkan pada artikel lain pada situs organisasi.org ini.
Fokus utama manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah memberikan kontribusi pada suksesnya organisasi. Kunci untuk meningkatkan kinerja organisasi adalah dengan memastikan aktivitas SDM mendukung usaha organisasi yang terfokus pada produktivitas, pelayanan dan kualitas.  Produktivitas. Diukur dari jumlah output per tenaga kerja, peningkatan tanpa henti pada produktivitas telah menjadi kompetisi global. Produktivitas tenaga kerja di sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh usaha, program dan sistem manajemen.  Kualitas. Kualitas suatu barang/jasa akan sangat mempengaruhi kesuksesan jangka panjang suatu organisasi.Bila suatu organisasi memiliki reputasi sebagai penyedia barang/jasa yang kualitasnya buruk, perkembangan dan kinerja organisasi tersebut akan berkurang.  Pelayanan. SDM sering kali terlibat pada proses produksi barang/jasa. Manajemen SDM harus disertakan pada saat merancang proses tersebut. Pemecahan masalah harus melibatkan semua karyawan, tidak hanya manajer, karena sering kali membutuhkan perubahan pada budaya perusahaan, gaya kepemimpinan dan kebijakan SDM. Untuk mencapai sasaran tersebut, manajemen SDM haruslah terdiri dari aktivitas-aktivitas yang saling berkaitan. Aktivitas SDM adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan dan Analisis SDM 
Aktivitas perencanaan ini dilakukan untuk mengantisipasi kekuatan yang akan mempengaruhi pasokan dan permintaan akan tenaga kerja. Sedangkan, aktivitas analisis dan penilaian selektivitas SDM juga penting dilakukan sebagai bagian dari menjaga daya saing organisasi. Dukungan informasi akurat dan tepat waktu yang didapatkan dari Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas ini.
2. Kesetaraan Kesempatan Bekerja 
Kepatuhan pda hukum dan peraturan Kesetaraan Kesempatan Bekerja (Equal Employment Opportunity - EEO) mempengaruhi aktifitas SDM lainnya dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen SDM. Contohnya, perencanaan SDM harus memastikan sumber tenaga kerja yang bervariasi untuk memenuhi jumlah tenaga kerja yang ditetapkan oleh hukum dan peraturan. Selain itu, pada saat perekrutan, seleksi dan pelatihan, semua manajer harys mengerti peraturan ini. 
3. Perekrutan/Staffing 
Sasaran perekrutan adalah untuk menyediakan pasokan tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Dengan mengerti apa yang dilakukan oleh tenaga kerja, analisis perkerjaan (job analysis) adalah dasar dari fungsi perekrutan. Dari sini, uraian pekerjaan (job description) dan spesifikasi pekerjaan (job spesification), dapat dipersiapkan untuk proses perekrutan. Proses seleksi sangatlak menekankan pada pemilihan orang yang memenuhi kriteria persyaratan (qualified) untuk mengisi lowongan pekerjaan.
4. Pengembangan SDM 
Pekerjaan pasti akan berevolusi dan berubah, karena itu diperlukan pelatihan yang berkesinambungan untuk tanggap pada perubahan teknologi. Pengembangan semua tenaga kerja, termasuk pengawas (supervisor) dan manajer, diperlukan iuntuk menyiapkan organisasi menghadap tantangan ke depan. Perencanaan Karir (Career Planning) mengidentifikasi jalur dan aktivitas setiap individu yang berkembang di suatu organisasi.
5. Kompensasi dan Keuntungan
Kompensasi diberikan pada tenaga kerja yang melakukan kerja organisasi seperti pembayaran (pay), insentif (incentive), dan keuntungan (benefits). Perusahaan harus mengembangkan dan selalu memperbaiki sistem upah dan gaji. Program insentif seperti pembagian keuntungan dan penghargaan atas produktivitas semakin banyak dilakukan. Peningkatan biaya pada keuntungan, contohnya pada keuntungan pemeliharaan kesehatan, selalu menjadi isu penting.
6. Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja 
Kesehatan dan keselamatan fisik serta mental tenaga kerja adalah hal yang utama. Occupational Safety and Health Act (OSHA) atau Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja telah membuat organisasi lebih tanggap atas isu kesehatan dan keselamatan. Pertimbangan tradisional atas keselamatan kerja terfokus pada mengurangi atau menghapuskan kecelakaan kerja. Pertimbangan lain adalah pada isu kesehatan yang timbul pada lingkungan kerja yang berbahaya seperti resiko terkena bahan kimia atau teknologi baru. Keamanan tempat kerja juga semakin penting karena kekerasasn tidak jarang terjadi di sini.
7. Hubungan Tenaga Kerja dan Buruh / Manajemen 
Hak-hak tenaga kerja harus diperhatikan, tidak peduli apakah ada atau tidak ada serikat tenaga kerja. Komunikasi dan pembaharuan kebijakan dan peraturan SDM sangat penting untuk dikembangkan sehingga manajer dan tenaga kerja tahu apa yang diharapkan dari mereka. Tujuan SDM Mengenal situasi organisasi seperti dalam bisnis, berarti mendorong manajer untuk mengetahui apa masalah yang diduga timbul dalam ruang dan waktu tertentu. Apabila situasi yang faktual ternyata menyimpang dari situasi yang diinginkan, misalnya oleh konsumen atau pelanggan, berarti tentunya ada permasalahan. Dengan kata lain telah terjadi ketidakpuasan di kalangan khalayak akibat penyimpangan-penyimpangan baik dalam aspek pencapaian kebutuhan organisasi maupun dalam pemanfaatan potensi yang seharusnya dipakai. Begitu pula kalau suatu waktu produktivitas kerja karyawan dalam proses produksi mengalami penurunan atau dibawah standar perusahaan. Itu berarti perusahaan sedang mengalami permasalahan kinerja karyawan. Tidak jarang ditemukan beberapa kesulitan atau usaha-usaha yang sia-sia dalam menghadapi situasi masalah mutu SDM. Hal ini karena digunakannya suatu pendekatan perasaan saja. Mungkin saja manajer pernah mengalaminya dengan ciri-ciri sebagai berikut (Mangkuprawira, dalam Margono, 1986) : 
a.Terlalu cepat menarik kesimpulan tentang penyebab timbulnya kesulitan. Dalam keadaan demikian tindakan manajer yang kemudian diambil biasanya didasarkan pada kesalahan hasil analisis faktor penyebab masalah. Atau hanya didasarkan pada unsur perasaan manajer saja. Analisis situasi tidak dilakukan secara tajam. b.Terlalu berani berspekulasi. Suatu proses pertukaran pendapat yang tak menentu (tanpa didukung teori dan data empiris) akan sukar menentukan sejumlah faktor-faktor penyebab faktual timbulnya suatu masalah. Dengan demikian terjadi pemborosan waktu dan biaya. Padahal jika lewat suatu penetapan masalah dan pengujian terhadap faktor penyebab secara hati-hati maka manajer seharusnya lebih yakin mana tindakannya yang dinilai benar dan efisien.
c. Kegagalan menguji faktor-faktor penyebab secara efisien tanpa alat uji yang tepat, menyebabkan penggunaan dana akan merupakan pemborosan. Begitu pula pemanfaatan waktu yang banyak akan percuma saja. Ciri-ciri tersebut juga sering mencerminkan adanya kelemahan-kelemahan proses pengambilan keputusan oleh manajer dalam beberapa hal, antara lain :
1. Manajer tidak belajar dari pengalaman; manajer tidak mengetahui dengan jelas hakekat dari masalah yang sebenarnya, 
2. Manajer tidak memperhatikan urutan pendekatan yang sistematis yaitu terlalu cepat melompat ke tindakan tanpa memperhatikan dan menguji faktor-faktor penyebab yang sebenarnya, 
3.Manajer tidak atau salah menggunakan data atau informasi yang tersedia; manajer tidak mampu melihat situasi tertentu apakah merupakan masalah yang sebenarnya atau hanya merupakan gejala saja. Mengetahui masalah mutu SDM lewat suatu tahapan analisis dapat membantu manajer dalam mengambil keputusan yang terbaik. Analisis masalah adalah suatu cara terpuji untuk membantu para pengelola dalam hal-hal berikut :
1) Mengenal situasi yang sebenarnya lewat analisis sistematis dan tepat,
2) Menggunakan teknik tepat guna dan terpercaya untuk meneliti faktor-faktor penyebab timbulnya masalah, 3) Menyelidiki sumber persoalan yang sebenarnya dalam situasi yang mendesak lewat pertanyaan-pertanyaan yang cocok dan relevan. Lebih jauh dengan analisis masalah, manajer telah belajar secara sistematis untuk mengendalikan bisikan hatinya dalam meloncat ke suatu tindakan yang terburu-buru. Manajer akan mengetahui kebijakan apa yang perlu diambil walaupun dalam situasi yang sangat mendesak. Selain itu, manajer mengenal beberapa jenis situasi dimana analisis masalah mutu SDM akan memberi hasil, yakni :
a) Ketika masalah itu timbul tetapi tidak ada orang lain yang tahu mengapa hal itu terjadi, 
b) Ketika tiap orang mempunyai alasan yang berbeda atas kesulitan yang sama, 
c) Ketika menghadapi kesulitan untuk memilih tindakan yang tepat karena memang manajer sendiri tidak yakin mana yang paling tepat. Pendekatan praktis dalam analisis masalah harus mampu mencegah dan mengendalikan kesalahan-kesalahan di atas. Pendekatan yang dimaksud haruslah mengandung suatu cara yang efisien untuk mencari faktor-faktor penyebab masalah yang beralasan. Manajer juga harus memiliki data lengkap dengan metoda penggunaan informasi yang masih aktual untuk mengurangi faktor penyebab yang sebenarnya.

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA PT. MAJU BERSAMA (STUDI KASUS: REKRUTMEN, PELATIHAN, DAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN) ABSTRAK 
Tujuan penelitian adalah membantu PT. Maju Bersama dalam melakukan pengendalian terhadap proses rekrutment, penilaian dan pengembangan karyawan. Dalam proses rekrutment, diharapkan agar perusahaan bisa mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang sudah diputuskan. Sedangkan system informasi penilaian dan pengembangkan karyawan diharapkan dapat memberikan rasa puas kepada karyawan dan meningkatkan loyalitas karyawan. Karena dengan sistem informasi semua penilaian dan pengembangan karir bisa dilakukan secara terbuka. Analisis dan Perancangan system informasi ini menggunakan metode berorientasi objek dengan notasi-notasi UML. Kata kunci: Sistem Informasi, Sumber Daya Manusia, SDM, rekrutmen, pelatihan, penilaian
1. PENDAHULUAN 
Sumber daya manusia (SDM) terus dirasakan sebagai salah satu asset yang paling penting dan berharga dalam perusahaan. Karena SDM memainkan peran sebagai pemberi ide, pendorong, dan pelaksana ide, juga kegiatan-kegiatan lain dalam perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Maka dari itu semakin baik modal sumber daya manusia suatu perusahaan, semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut. Dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan, tidak hanya dituntut kemajuan bisnis atau penggunaan teknologi yang canggih, tetapi juga perlu diperhatikan dari sumber daya manusianya, yaitu bagaimana sebuah perusahaan dapat memiliki aset berupa sumber daya manusia yang mempunyai kedisiplinan yang tinggi dan kinerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas dibutuhkan suatu sistem informasi sumber daya manusia bagi pihak manajemen dalam pengambilan keputusan, baik itu dalam perekrutan dan seleksi calon karyawan, pengembangan karyawan maupun penilaian kinerja karyawan. PT. Maju Bersama adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang rajut dan Garment, yang memiliki pasar domestik dan pasar internasional. Dewasa ini perusahaan yang bergerak di bidang pabrikasi selain dituntut menghasilkan produk yang bermutu dengan harga yang murah, dibutuhkan juga strategi yang baik untuk memenangkan persaingan. PT. Maju Bersama dalam berupaya untuk mengoptimalkan produktivitasnya, menyadari akan pentingnya aspek SDM dalam menyumbangkan keunggulan bersaing. Dengan alasan tersebut maka perusahaan perlu melakukan pelatihan serta pengembangan terhadap karyawan tampa pandang bulu dan terbuka, guna meningkatkan kemampuan dan kualitas dari karyawan. Pihak manajemen perusahaan menyadari besarnya peranan SDM dalam menentukan tercapai atau tidaknya tujuan dari perusahaan. Hal ini membuat pihak manajemen terus melakukan pembinaan terhadap karyawan yang mereka miliki secara konsisten, terpadu dan kesinambungan serta senantiasa memotivasi karyawannya untuk bekerja secara optimal dan konsisten. 
2. IDENTIFIKASI MASALAH 
• Apakah perekrutan karyawan baru sudah sesuai dengan prosedure dan kreteria yang ditentukan? 
• Apakah pelatihan kepada karyawan sudah sesuai dengan bidang dan kebutuhan dari karyawan?
• Apakah seorang karyawan diberikan pelatihan yang sama lebih dari satu kali? 
• Apakah penilai kinerja karyawan sudah dilakukan dengan benar dan terbuka?
3. SUMBER DAYA MANUSIA 
Sumber daya manusia menurut Gomes (2000, p1) adalah salah satu sumber daya yang ada dalam organisasi, meliputi semua orang yang melakukan aktivitas. Sumber daya manusia menurut Hasibuan (2002, p244) adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.
4. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Menurut Dessler (2003, p2), 
Manajemen sumber daya manusia adalah kebijakan-kebijakan dan praktik yang dibutuhkan seseorang untuk melaksanakan aspek personil atau orang-orang dari pekerjaan manajemennya, termasuk perekrutan, penyaringan, pelatihan, pengimbalan, dan penilaian. Manajemen sumber daya manusia meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, pengembangan dan pemanfaatan sumber daya manusia yang efektif untuk tercapainya berbagai tujuan individu, organisasi, masyarakat, nasional dan internasional. Kegiatan atau aktivitas manajemen sumber daya manusia secara umum dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu: 
a. Persiapan dan pengadaan 
Kegiatan persiapan dan pengadaan meliputi banyak kegiatan, diantaranya adalah kegiatan analisis jabatan, yaitu kegiatan untuk mengetahui jabatan-jabatan yang ada dalam organisasi beserta tugas-tugas yang dilakukan dan persyaratan yang harus dimiliki oleh pemegang jabatan tersebut dan lingkungan kerja di mana aktivitas tersebut dilakukan. Selanjutnya, sebagai landasan kegiatan dilakukan perencanaan sumber daya manusia, yaitu memprediksi dan menentukan kebutuhan tenaga kerja pada masa sekarang dan yang akan datang, baik jumlahnya maupun keahliannya atau jenisnya. Rencana sumber daya manusia akan menunjukkan jumlah yang akan direkrut dan kapan dilakukan rekrutmen untuk menarik calon pegawai yang berpotensi untuk mengisi jabatan. Setela sekumpulan pelamar diperoleh, dilakukan seleksi untuk mendapatkan pegawai yang memenuhi persyaratan. Kemudian, setelah mereka diterima, sering kali kemampuan mereka sepenuhnya belum sesuai dengan keinginan organisasi, sehingga dilakukanlah program orientasi, setelah itu dilakukan penempatan.
b. Pengembangan dan penilaian 
Setelah mereka bekerja secara berkala harus dilakukan pelatihan-pelatihan. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pegawai dan menjaga terjadinya keusangan kemampuan pegawai akibat perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan kerja. Kemudian dilakukan penilaian yang bertujuan untuk melihat apakah untuk kerja pegawai sesuai dengan yang diharapkan, dan memberikan umpan balik untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja. Selanjutnya membantu perencanaan karir pegawai yang memasuki suatu organisasi senantiasa menginginkan jabatan yang lebih tinggi dan biasanya dengan tanggung jawab dan gaji yang lebih tinggi. 
c. Pengkompensasian dan perlindungan 
Untuk mempertahankan dan memelihara semangat kerja dan motivasi, para pegawai diberi kompensasi dan beberapa kenikmatan atau keuntungan lainnya dalam bentuk progran-program kesejahteraan. Hal ini disebabkan pegawai menginginkan balas jasa yang layak sebagai konsekuensi pelaksanaan pekerjaan. Selain itu juga untuk melindungi pegawai dari akibat buruk yang mungkin timbul dari pelaksanaan pekerjaan, serta untuk menjaga kesehatan pegawai. 
d. Hubungan-hubungan kepegawaian
Hubungan-hubungan kepegawaian meliputi usaha untuk memotivasi pegawai, memberdayakan pegawai yang dilakukan melalui penataan pekerjaan yang baik, meningkatkan disiplin pegawai agar mematuhi aturan, kebijakan-kebijakan yang ada, dan melakukan bimbingan. Kemudian, bilamana dalam organisasi terbentuk organisasi atau serikat pekerja, organisasi harus melakukan kerja sama yang sinergis, dalam arti saling menguntungkan antara pegawai dan organisasi. Selanjutnya dalam waktu-waktu tertentu harus dilakukan penilaian tentang sejauh mana manajemen sumber daya manusia tersebut memenuhi fungsinya, yang dilakukannya melalui apa yang disebut audit sumber daya manusia. 
e. Perekrutan Seleksi tenaga kerja menurut Sastrohadiwiryo (2002, p150) 
adalah kegiatan ntuk melakukan dan memilih tenaga kerja yang memenuhi criteria yang telah ditetapkan perusahaan serta memprediksi kemungkinan keberhasilan atau kegagalan individu dalam pekerjaan yang akan diberikan kepadanya. Tujuan seleksi penerimaan karyawan menurut Hasibuan (2002, p49) adalah untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas, jujur, disiplin, cakap dengan penempatan yang benar, terampil, yang memiliki gairah dalam bekerja, yang dapat bekerjasama, yang dinamis dan kreatif, yang inovatif, loyal, yang mudah dikembangkan di masa depan, yang dapat bekerja secara mandiri dan yang mempunyai perilaku dan budaya malu. 
f. Pelatihan Karyawan Menurut Sastrohadiwiryo (2002, p200) 
Pelatihan adalah bagian dari pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan ketrampilan di luar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori. Menurut Hariandja (2005, p168) Pelatihan dan pengembangan merupakan dua konsep yang sama, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan. Tetapi dilihat dari tujuannya, umumnya kedua konsep tersebut dapat dibedakan. Pelatihan lebih ditekankan pada peningkatan kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang spesifik pada saat ini, dan pengembagan lebih ditekankan pada peningkatan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan pada masa yang akan datang, yang dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi dengan kegiatan lain untuk mengubah perilaku kerja. 
g. Penilaian Kinerja 
Penilaian kinerja karyawan adalah suatu proses pengukuran keaktifan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya atau tugasnya dengan tujuan menghasilkan suatu susunan peringkat atau memberikan suatu gambaran mengenai prestasi kerja seorangg karyawan. Tidak terdapat kesamaan antara perusahaann yang satu dengan yang lain dalam menentukan unsure yang harus dinilai, tetapi pada umumnya unsurunsur yang perlu dinilai dalam proses penilaian kinerja adalah kesetian, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerja sama, prakarsa, kepemimpinan.
5. ANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI PT. MAJU BERSAMA 
Kualitas SDM mencerminkan kinerja dari perusahaan. PT. Maju Bersama ingin menempatkan SDM sebagai prioritas utama. Management-By-Objectives, sistem yang diadopsi oleh perusahaan ini mempengaruhi tiap-tiap orang untuk bekerja sebaikbaiknya melalui kerja tim dan persaingan yang sehat. Untuk bisa menerapkan sistem tersebut diatas serta mendukung tercapainya tujuan perusahaan, maka dibutuhkan informasi-informasi sebagai berikut; 
• Informasi kebutuhan tenaga kerja
• Informasi kinerja karyawan 
• Informasi sejarah pelatihan karyawan dan tempat pelatihan dilaksanakan.
• Informasi perkembangan karyawan 
• Informasi-informasi yang dibutuhkan tersebut bisa berupa laporan-laporan maupun berkasberkas. Oleh karena itu dibutuhkan suatu system informasi yang dapat menyediakan informasiinformasi yang dibutuhkan perusahaan dalam mencapai sasaran maupun tujuan dari perusahaan. 
5.1 Proses Bisnis perekrutan, penilai dan pengembangan karyawan 
Departemen yang membutuhkan karyawan memberikan form penambahan karyawan kepada personnel, staf personnel meminta persetujuan kepada direksi, apabila disetujui maka akan dibuat lowongan di media massa atau media elektronik. Surat lamaran yang masuk, diseleksi oleh bagian personnel, bagi yang memenuhi kriteria akan dipanggil untuk mengikuti tes psikologi, wawancara dan keahlian. Para pemberi test akan memberikan hasil test dari pelamar kepada staf personnel.
Gambar 1. Proses Bisnis Perekrutan, Pelatihan dan Penilaian Kinerja Karyawan Setiap departemen dapat mengusulkan pelatihan dengan mengirimkan form usulan pelatihan kepada staf personnel, untuk diminta persetujuan direksi. Untuk pelatihan yang disetujui akan diproses lebih lanjut oleh staf pesonnel. Setelah ditentukan tempat serta jadwal yang cocok maka, staf personnel akan membuat surat yang ditujukan kepada karyawan yang berkepentingan untuk mengikuti Test. Setiap empat bulan sekali, setiap karyawan akan dinilai kinerjanya masing-masing. Penilaian ini bukan hanya dilakukan oleh atasan kepada bawahanm tetapi juga bawahan kepada atasan serta sesama rekan kerja. Semua penilai tersebut akan dicatat pada form penilaian kinerja.
Gambar 1 merupakan proses bisnis dari perekrutan, pelatihan dan pengembangan system informasi manajemen sumber daya manusia PT. Maju Bersama yang digambarkan dengan Richpicture.
5.2 User Requirement Sistem informasi sumber daya manusia 
PT. Maju Bersama harus dapat mendukung tugas-tugas departemen personnel & general affair terutama dalam menangani masalah-masalah perekrutan, pelatihan dan penilaian kinerja. Pihak-pihak yang saling terkait tersebut mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam menangani SDM. Sistem informasi ini menyediakan fasilitas penilaian kinerja secara online, administrasi pelatihan, dan sistem informasi ini juga harus bias melakukan seleksi calon karyawan serta membuat panggilan test buat pelamar yang sesuai dengan kreteria dan lolos test pada tahap sebelumya. Selain itu dengan sistem informasi ini juga dapat diperoleh pelatihan karyawan.
Gambar 2. Use Case Diagram Sistem Informasi SDM PT. Maju Bersama Pemakai utama sistem informasi ini adalah staf personalia, manajer dari setiap bagian dan karyawan yang ditunjuk sebagai orang yang mewanwancarai serta memberikan test kepada calon karyawan. Staff personnel & general affair, mengunakan sistem ini untuk menginput data pelamar, data karyawan, mengupdate data karyawan, membuat surat panggilan tes, membuat surat panggilan wawancara, membuat surat panggilan kerja, membuat surat pelatihan, mencetak form penambahan karyawan dan form usulan pelatihan. Manajer setiap departemen hanya mempunyai wewenang untuk menjalankan sistem permohonan karyawan baru didepartemennya masing-masing dengan mengisi form yang disediakan pada aplikasi yang berisi informasi tentang kebutuhan karyawan berserta syarat-syarat yang diinginkan. Selain mengajukan permohonan, manajer-manajer juga bias memberikan usulan pengadaan pelatihan. Untuk sistem penilaian kinerja, semua karyawan PT. Maju Bersama berhak untuk memakai aplikasi ini. Penilaian diberikan kepada sesame rekan kerja baik 1 devisi, maupun beda devisi dan juga kepada atasannya masing-masing. Karyawan disini juga termasuk manajer. Karyawan yang ditunjuk untuk memberikan test dan wawancara kepada calon karyawan juga diwajibkan untuk menggunakan aplikasi ini untuk memberikan nilai terhadap hasil test dan wawancara. Untuk lebih jelasnya user requirement pada sistem informasi ini dapat dilihat pada use case diagram pada gambar 2. 5.3 Model Sistem Informasi Perekrutan, Pelatihan dan Penilaian Karyawan PT. Maju Bersama Sistem informasi SDM PT. Maju Bersama yang dibahas dalam penelitian ini hanya sebatas pada perekrutan, pelatihan dan penilaian karyawan. Sistem informasi ini merupakan sebuah sistem yang terintegrasi dan rencana jangka panjangnya adalah sebuah sistem yang mampu berinteraksi dengan sistem informasi lainnya. Model dari system informasi SDM ini dapat dilihat pada gambar 3 yang merupakan Class Diagram dari sistem infomasi yang dirancang. 
5.4 Quality Goals
Untuk memberikan batasan dan tolak ukur keberhasilan sebuah sistem, maka penentuan kreteria sangatlah diperlukan. Dengan adanya Kreteria maka sistem yang didesain akan memiliki nilai-nilai yang jelas, sehingga sistem tersebut bisa dikatakan mempunyai kualitas atau tidak. Pada tabel 1 dapat dilihat kreteria untuk sistem informasi yang dirancang.
Tabel 1. Kreteria Sistem Informasi SDM PT. Maju Bersama 
6. SIMPULAN 
Ketika bagian personnel & general affair membutuhkan informasi untuk melaksanakan kegiatan operasional, sistem tidak dapat menyediakannya secara akurat dan tepat waktu, karena sistem yang ada tidak terintegrasi. Kualitas sumber daya manusia kurang berkembang dalam perusahaan, sehingga kegiatan operasional menjadi tidak efektif Manajer personnel & general affair, maupun kepala departemen yang lainnya mengalami kesulitan untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan kinerja dan pelatihan karyawan sehingga pengambilan keputusan menjadi sedikit terhambat. Dengan adanya sistem informasi ini, maka perusahaan dapat mengetahui semua informasi mengenai kinerja karyawan, perekrutan karyawan, pelatihan dan pengembangan karyawan.