Recent Posts

Makalah Reliabilitas

 

BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Salah satu aspek positif kemajuan dari dunia penelitian yang ada di Indonesia, adalah muncul banyaknya para peneliti-peneliti muda yang kini lebih kritis lagi dalam meneliti objek-objek yang ada. Di Indonesia, banyak sekali para peneliti ataupun bukan peneliti yang banyak melakukan sebuah riset guna memenuhi tugas ataupun sebagai pembuktian dari sebuah kejadian. Yang dimana setiap penelitian tersebut biasanya memerlukan sebuah pengujian agar nantinya mampu menjadi sebuah hasil ilmiah yang benar-benar valid dan bersifat riel tanpa adanya kebohongan ataupun ketidaknyataan yang mengesankan data yang diperoleh bersifat dibuat-buat. Agar kajian kita bisa bersifat riel maka kita sebagai seorang peneliti harus menguji terlebih dahulu hasil penelitian kita yang disebut dengan uji reabilitas.
Kebanyakan dari kita mengira bahwa jika kita mempunyai kesimpulan dari hasil penelitian kita terhadap kejadian-kejadian yang terbatas, maka kesimpulan itu berlaku dengan sempurna untuk seluruh kejadian yang sejenis. Perkiraan semacam itu sama sekali tidak benar dan sangat menyesatkan (Sutrisno, 1981). Nah untuk menghindari hal-hal yang semacam itu maka kita harus melakukan reabilitas, yang berguna untuk menunjukkaan kevalidtan dari hasil sebuah penelitian yang kita lakukan.
Uji reliabilitas mampu menunjukkan  tingkat kepercayaan terhadap sekor atau tingkat kecocokan sekor dengan sekor sesungguhnya. Rebilitas ini bisa dicapai melalui tingkat kecocokan di antara sekor pada lebih dari sekali pengukuran. Jika makin cocok dengan sekor sesungguhnya maka makin tinggi tingkat reliabilitasnya. Kalaupun ada ketidakcocokan itu merupakan kekeliruan yang acak. Jadi kemungkinan munculnya kesalahan masih tetap ada, namun kemungkinan itu sangatlah kecit sekali dan tidak akan banyak berpengaruh terhadap hasil akhir dari sebuah pengujian.

1.2Pengertian
Reliabilitas, atau keandalan merupakan konsistensi dari serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur. Hal tersebut bisa berupa pengukran dari alat ukur yang sama (tes dengan tes ulang akan memberikan hasil yang sama, atau untuk pngukuran yang lebih subjektif, apakah dua orang penilai memberikan skor yang mirip (reliabilitas antar penilai).
Pada penelitian reliabilitas tak lepas dari ketergantungan (dependabiliti). Konsep ketergantungan ini sangat berkaitan erat dengan keterandalan. Hasil dari pengujian awal diharapkan akan konsisten dangan pengujian-pngujian berikutnya. Hasil selalu berupa numerik dan tidak boleh berubah-ubah, karena merupakan karakteristik dari proses ukuran.
Reliabilitas selalu menunjukan keandalan instrument penelitiandalam berbagai bentuk,yakni hasil pengujian yang sama jika dilakukan oleh orang yang berbeda (inter-penilai), hasil pengujian yang sama jika dilakukan oleh orang yang sama dalam waktu berbeda (pengetesan ulang),hasil pengujian yang sama jika dilakukan oleh orang yang berbedadalam waktu yang bersamaan dengan tes yang berbeda (bentuk pralel), dan hasil pengujian yang sama dengan menggunakan berbagai pernyatan-pernyataan membangun (konsistensi internal).
1.3Tujuan
Mengkonsep satu variable dengan jelas. Setiap pengukuran harus merujuk pada satu dan hanya satu konsep /variable. Sebuah variable harus spesifik agar dapat menguragiintervensi informasi dari variable lain. Menggunakan level pengukuran yang tepat. Semakin tinggi atau semakin tepat level pengukuran, maka variable yang dibuat akan semakin reliable karena informasi yang dimiliki semakin mendetail.
Prinsip dasarnya adalah mencoba melakukan pengukuran pada level paling tepat yang mungkin diperoleh. Gunakan lebih dari satu indicator. Dengan adanya lebih dari satu indikatoryang spesifik , peneliti dapat melakikan pengukuran dari range yang lebih luas terhadapkonten definisi konseptual. Gunakan tes pilot, yakni dengan membuat satu atau lebih draftatau dalam sebuah pengukuran sebelum menuju ke tahap hipotesis (pretest). Dalam penggunaan pilot studies, prinsipnya adalah mereplikasi pengukuran yang pernah dilakukan oleh peneliti terdahulu dari literature-literatur yag berkaitan.
Selanjutnya, pengukuran terdahulu dapat dipergunakan sebagai patokan dari pengukuran yang dilakukan peneliti saat ini. Kualitas pengukuran dapat ditingkatkan dengan berbagai cara sejauh definisi dan pemahaman yang digunakan oleh peneliti kemudian tetap sama.
Pada konstruksi alat ukur, perhitungan reliabilitas berguna untuk melakukan perbaikan pada alat ukur yang dikonstruksi. Dimana perbaikan alat ukur dilakukan melalui analisis butir untuk mengetahui butir mana yang perlu diperbaiki. Namun pada pengukuran sesungguhnya, perhitungan reliabilitas dilakukan untuk memberi informasi tentang kualitas sekor hasil ukur kepada mereka yang memerlukannya. Tentunya perolehan tersebut bisa di jadikan acuan bagi peneliti untuk menghasilkan penelitian yng bisa dipertanggung jawabkan di kemudian hari.













BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Jenis Reliabilitas
                   Dalam kaitanya dengan sebuah penelitian, Reliabilitas dpat dibagi menjadi tiga yaitu:
1.    Reliabilitas Stabil (Stability Reliability)
Reliabilitas jenis ini mengacu pada waktu. Maksudnya adalah untuk menentukan stabilitas, maka dilakukan tes ulang pada vriabel yang sama namun pada waktu yang berlainan. Kemudian hasil dari pengujian tersebut akan dibandingkan dan berkolerasi dengan pengujian awal untuk memberikan stabilitas.
2.    Reliabilitas Terwakili (Representative Reliability)
Reliabilitas pada jenis ini mengacu pada keterandalan masing-masing group. Dalam hal ini menguji apakah penyanpaian indikator sama jawabannya dengan saat diterapkan ke kelompok yang berbeda-beda.
3.    Reliabilitas Seimbang (Equivalence Reliability)
Pada jenis ini menerapkan banyak indicator yang dapat dioperasionalisasikan ke semua konsepsi pengukuran. Sehingga kesetaraan keandalan akan meggunakan dua instrument untuk mengukur konsep yang sama pada tingkat kesulitan yang sama. Kemudian bisa ditentukan Reliabilitas atau tidaknya pengujian akan ditentukan dari hubungan dua skor instrument, atau lebih dikenal dengan hubungan antara variable bebas (independen variabel) dengan variable terikat (dependen variabel).
2.2 Indeks Reliabilitas dan Koefisien Reliabilitas
Indeks reliabilitas menggunakan simpangan baku sekor tulen T dan sekor amatan A; sekor tulen tidak diketahui, sehingga cara ini tidak praktis. Dimana koefisien reliabilitas menggunakan variasi sekor tulen t dan sekor amatan A atau menggunakan sekor keliru K dan sekor amatan A. Namun koefisien reliabilitas juga menggunakan koefisien korelasi di antara dua sekor (berasal dari kesamaan atau kesetaraan pada alat ukur), sehingga cara ini praktis dan banyak digunakan. Ada banyak macam koefisien reliabilitas bergantung kepada cara meggunakan kesamaan atau kesetaraan pada alat ukur. Bisa disimpulkan bahwa koefisiensi reliabilitas adalah koefisien korelasi dengan dirinya sendiri.
2.3 Koefisien Reliabilias Stabilitas dan Ekivalensi
Ada tiga teknik dasar yang dapat diterapkan oleh peneliti dalam menguji Reliabilitas suatu penelitian yaitu:
1.    Teknik pengukuran ulang (test-retest)
Pada teknik ini testee yang sama diminta menjawab pentanyaan dalam alat ukur sebanyak dua kali. Dimana selang waktunyapun tidak terlalu dekat dan tidak terlalu lama (15 – 30 hari). Kemudian barulah hasil pengukuran I dikorelasikan dengan pengukuran II. Apabila angka korelasi melebihi angka kritik dalam tabel r, maka korelasi signifikan dari pengukuran I dan pengukuran II konsisten dan alat ukurnya dapat dikatakan reliable.
           Ukur       Selang waktu      Ukur ulang
              X          -----------------              X
Pada reliabilitas ini, dilihat apakah hasil ukur ulang masih mirip dengan hasil ukur, apakah jawaban responden stabil sehingga dinamakan reliabilitas stabilitas. Korelasi dilakukan pada sekor responden saja tanpa memperhatikan komposisi butir. Komposisi butir boleh apa saja dengan sasaran yang tidak perlu sama.
2.    Teknik belah dua
Pada teknik ini, alat ukur yang disusun harus punya banyak item (50 – 60) yang mengukur aspek yang sama. Dimana alat ukur diujikan pada testee, kemudian dihitung validitas itemnya. Lalu item yang valid dikumpulkan sedangkan yang tidak valid dibuang untuk kemudian dibagi menjadi 2 bagian. Dari sini skor untuk masing-masing item pada tiap belahan dijumlahkan dan akan menghasilkan skor total belahan I serta skor total belahan II. Kemudian skor total belahan I dikorelasikan dengan skor total belahan II. Maka akan diperoleh angka korelasi yang lebih rendah (karena dibelah), lalu mencare angka relibilitas keseluruhan item tanpa dibelah. Ada beberapa pendapat mengenai cara penentuan koefisien reliabilitas diantaranya adalah:
a.       Pilah Paruh (Spearman-Brown)
Keterangan:
r.tot  = angka reliabilitas keseluruhan item
r. tt    =  angka korelasi belahan I dan II
Pada reliabilitas ini, ukur dan ukur setara disatukan di dalam satu alat ukur sehingga separuh alat ukur adalah ukur dan separuh lagi adalah ukur satara. Karena itu diperlukan syarat kedua pilahan itu harus setara sepasang demi sepasang serta variansi mereka harus sama. Karena korelasi di antara pilahan baru mencakup separuh sekor, maka koefisien reliabilitas perlu mencakup korelasi seluruh sekor. Komposisi butir sudah mulai diperhatikan, boleh apa saja dengan sasaran yang tidak perlu sama, asal terjadi berpasangan.
b.      Pilah Paruh (Rulon)
Rulon menggunakan selisih di antara subsekor ganjil dan subsekor genap sebagai sumber kekeliruan. Variansi dari selisih subsekor merupakan bagian keliru dari variansi seluruh sekor. Jika selisih setiap subsekor adalah D, maka koefisien reliabilitas Rulon adalah. Koefisien reliabilitas ini lebih mudah digunakan jika dibandingkan dengan koefisien reliabilitas Spearman-Brown.
Rulon menganggap bahwa variansi keliru terjadi pada selisih subsekor pilahan. Ini berarti seharusnya (jika tanpa keliru) tidak ada selisih pada subsekor pilahan yakni butir di dalam pilahan itu setara sepasang demi sepasang. Namun pasangan butir yang berbeda boleh saja memiliki sasaran yang berbeda.
c.       Pilah L (Rumus ramalan Spearman-Brown)
Alat ukur diperpanjang dengan pilah paruh yang setara sehingga menjadi pilah L. Rumusnya adalah:
Pada reliabilitas ini, alat ukur terdiri atas L pilahan dan semua pilahan adalah setara serta memiliki variansi yang sama. Kesetaraan dapat dicapai dengan membuat nomor urut butir yang sama pada semua pilahan adalah setara. Semua butir nomor 1 pada semua pilahan adalah setara. Demikian pula dengan butir nomor 2, 3, dan seterusnya. Selain kesetaraan butir ini, komposisi butir boleh apa saja. Perpanjangan alat ukur seperti ini meningkatkan koefisien reliabilitas (diramalkan melalui rumus).
3.    Teknik paralel (equivalent form)
Pada aspek ini, dibuat 2 jenis alat ukur yang mengukur aspek yang sama. Alat ukur tersebut diujiakan pada testee yang sama. Kemudian dicari validitas dari masing-masing jenis. Diamana untuk mencari nilai reliabilitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor total dari kedua alat ukur.

Ukur
Tanpa atau dengan selang waktu
Ukur serta

X
-----------------            
X







Masalahnya adalah bagaimana menentukan kesetaraan pengukuran atau ujian. Dimana koefisien reliabilitas adalah koefisien korelasi linier di antara sekor ukur dengan sekor ukur setara.
Pada reliabilitas ini, dilihat apakah hasil ukur setara masih mirip dengan hasil ukur, apakah jawaban responden ekivalen sehingga dinamakan reliabilitas ekivalen. Dimana korelasi dilakukan pada sekor responden saja tanpa memperhatikan komposisi butir. Komposisi butir boleh apa saja dengan sasaran yang tidak perlu sama.
2.4 Koefisien Reliabilitas Konsistensi Internal





Banyak koefisien reliabilitas Rulon
Pasangan pada setiap pilah paruh adalah setara serta variansi kedua paruhan adalah sama. Karena semua kombinasi pilah paruh digunakan, maka semua butir harus setara. Semua butir setara sehingga dikenal sebagai konsistensi interna. Koefisien reliabilitas dari semua pilah paruhan direratakan menghasilkan koefisien reliabilitas konsistensi internal. Di sini dibicarakan dua macam koefisien reliabilitas konsistensi internal yakni:
1.    Koefisien reliabilitas Alpha Cronbach
Pada koefisien ini yang harus kita lakukan adalah dengan mensubstitusikan persamaan,
  ,                                   

menjadi,

 

Sehingga, nantinya didapatkan koefisien korelasi setiap pasang pilahan menjadi,

Dengan demikian, semua butir adalah setara, dan koefisien reliabilitas (dikenal sebagai alpha Cronbach) menjadi,


Pada koefisien reliabilitas alpha Cronbach semua butir di dalam alat ukur supaya setara. Sehingga jika interkorelasi di antara butir adalah rendah karena butir kurang setara maka koefisien reliabilitas alpha Cronbach juga rendah. Karena itu, koefisien reliabilitas alpha Cronbach dikenal juga sebagai koefisien reliabilitas batas bawah (lower bound).
Namun apabila distribusi probabilitas dari data sangat miring (skew), maka koefisien reliabilitas Cronbach perlu dikoreksi. Sehingga,  Modifikasi Horst terhadap koefisien reliabilitas alpha Cronbach akan menghasilkan rumus perhitungan sebagai berikut:





Keterangan:     Rj  = peringkat sekor butir
2.    Koefisien reliabilitas Kuder-Richardson
Dalam hal sekor adalah dikotomi, maka variansi butir dapat disederhanakan. Dengan ketentuan bahwa semua butir adalah setara, koefisien reliabilitas (Kuder-Richardson 20) menjadi,
Notasi 20 pada KR-20 adalah rumus ke-20 di dalam artikel mereka. Pada dasarnya, koefisien reliabilitas KR-20 sama dengan koefisien reliabilitas alpha Cronbach. Koefisien reliabilitas KR-20 lebih dahulu ditemukan daripada koefisien reliabilitas alpha Cronbach.
Ciri dari Koefisien Reliabilitas KR-20 yaitu, pada koefisien reliabilitas Kuder-Richardson 20, seperti halnya pada koefisien reliabilitas alpha Cronbach, semua butir di dalam alat ukur supaya setara. Sehingga jika interkorelasi di antara butir adalah rendah karena butir kurang setara maka koefisien reliabilitas Kuder-Richardson 20 juga rendah. Karena itu, koefisien reliabilitas Kuder-Richardson 20 dikenal juga sebagai koefisien reliabilitas batas bawah (lower bound).
Kemudian dilakukan pentederhanaan pada koefisien reliabilitas Kuder-Richardson. Dimana Perhitungan Σpq pada rumus KR-20 dapat disederhanakan melalui perhitungan rerata mereka.
Σ piqi = N mp mq
Dan dikenal dengan rumus:

Karena q = 1 – p, maka rumus itu dapat ditulis menjadi,



Rumus perhitungan diatas menunjukkan bahwa, karena melalui rerata maka rumus koefisien reliabilitas KR-21 kurang teliti jika dibandingkan dengan rumus koefisien reliabilitas KR-20. Dengan adanya kalkulator elektronik, maka sebaiknya kita menggunakan rumus koefisien reliabilitas KR-20. Akan tetapi, untuk meningkatkan ketelitian pada rumus koefisien reliabilitas KR-21, Pamela Wilson, Steven M. Downing, dan Robert Ebel memperbaiki rumus koefisien reliabilitas KR-21. Di dalam tulisan mereka berjudul “An Empirical Adjustment of the Kuder-Richardson 21 Reliability Coefficient to Better Estimate the Kuder-Richardson 20 Coefficient” unpublished manuscript, 1977.
Karena rKR-21 < rKR-20 maka diadakan koreksi dengan memperkecil rerata variansi butir. Sehingga didapat rumus perhitungan sebagai berikut:


2.5  Koefisien Reliabilitas Melalui Analisis Variansi
1.    Dasar reliabilitas
Pada dasarnya, cara ini menemukan sekor keliru melalui analisis variansi. Variansi total terdiri atas variansi responden, variansi butir, dan variansi keliru. Jika variansi responden adalah s2res dan variansi keliru adalah s2kel, maka koefisien reliabilitas.
Selanjutnya perhitungannya dilakukan melalui jumlah kuadrat dan derajat kebebasan di dalam analisis variansi.
2.    Variansi
Variansi merupakan hasil bagi dari jumlah kuadrat (JK) terhadap derajat kebebasan (DK). Untuk lebih memehami tentang gambaran mengenai pengertian dari variasi tersebut maka kita dapat menggambarkannya kedalam bagan berikut ini :



kkkkkelbutbuty
 





Artinya dari bagan diatas yaitu:
JKkel = JKtot – JKres – JKbut
DKkel = DKtot – DKres – DKbut
Kemudian dapat ditarik kesimpulan bahwa,

Dari persamaan diatas maka, diperoleh rumus perhitungan sebagai berikut:


Keterangan:
M = banyaknya responden
N = banyaknya butir
A = sekor responden
B = sekor butir
X = sekor satuan

2.6  Reliabilitas pada Acuan Kriteria
1.    Dasar Reliabilitas pada Acuan Kritera
            Acuan kriterianya adalah menetapkan apakah responden belum atau sudah menguasai wilayah criteria. Dari sini didapatkan reliabilitas berkenaan dengan keterpercayaan keputusan tentang belum atau sudah menguasa. Sehingga, guna menetapkan tingkat reliabilitas, dilakukan dua kali ujian untuk keputusan sehingga kecocokan di antara kedua keputusan itu menentukan reliabilitas. Dimana ada dua macam reliabilitas yaitu berupa indeks reliabilitas dan koefisien reliabilitas.
            Indeks reliabilitas pada acuan kiteria dilakukan melalui ujian ulang atau ujian setara, indeks reliabilitas merupakan bagian yang konsisten di antara kedua ujian itu. Perhatikan tabel dibawah ini.

         Ujian 1
Ujian 2
Menguiasai
Tidak menguasai
Menguasai
a
b
TIdak menguasai
c
d

Dari tabel di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa a dan d konsisten sedangkan c dan b tidak konsisten. Jadi indeks reliabilitas  dapat ditulis sebagai berikut:
            
Sedangkan koefisien reliabilitas pada acuan ujian dilakukan dua kali (ulang atau setara) dengan ujian pertama (f) dan ujian kedua (s) yang kemudian menghasilkan dua hal yaitu menguasai (+) dan tidak menguasai (-). Perhatikan tabel berikut ini:
Ujian 1
Ujian 2
+
_
+
b
s
-
f
n

Dari tabel di atas maka didapatkan rumus perhitungan sebagai berikut:
Keterangan:
n = frekuensi –  pada ujian 1 dan 2
b = frekuensi +  pada ujian 1 dan 2
f =  frekuensi +  pada ujian 1 tetapi – pada ujian 2
s =  frekuensi – pada ujian 1 tetapi + pada ujian 2
v =  terkecil di antara f dan s
N = n + b + f + s
rrel  = koefisien reliabilitas
2.7  Peranan Koefisien Reliabilitas
1.    Reliabilitas pada Selisih Sekor
Maksud dari reliabilitas pada selisih sekor adalah sekor akhir ditentukan oleh selisih sekor 1 dan sekor 2 sementara setiap sekor memiliki koefisien reliabilitas masing-masing.
Ada beberapa kemungkinan untuk memperoleh sekor 1 dan sekor 2 yaitu:
a.       Dua ujian waktu sama pada kelompok responden yang sama
b.      Dua ujian beda waktu pada kelompok responden yang sama
           Sekor selisih = sekor 1 – sekor 2
Rumus Koefisien Reliabilitas Selisih Sekor dimana koefisien reliabilitas selisih sekor ini diturunkan dari koefisien reliabilitas masing-masing sekor asal.
Keterangan:
rSL = koefisien reliabilitas selisih sekor
r11 = koefisien reliabilitas sekor 1
r22 = koefisien reliabilitas sekor 2
r12 = koefisien korelasi di antara sekor 1 dan sekor 2
          
Dari rumus di atas diketahui bahwa koefisien reliabilitas selisih sekor ditentukan oleh korelasi di antara kedua sekor itu.
2.    Reliabilitas pada Gabungan Sekor (Komposit)
Reliabilitas pada gabungan sekor (komposit) dipilah lagi menjadi dua yaitu, gabungan dua sekor dan gabungan k sekor.
a.       Gabungan dua sekor
Pada cara ini sekor akhir ditentukan oleh jumlah sekor 1 dan sekor 2 sementara setiap sekor memiliki koefisien reliabilitas masing-masing. Dimana ada beberapa kemungkinan untuk memperoleh sekor 1 dan sekor 2 yaitu:
•         Dua ujian waktu sama pada kelompok responden yang sama
•         Dua ujian beda waktu pada kelompok responden yang sama
     Sekor jumlah = sekor 1 + sekor 2
Rumus koefisien reliabilitas gabungan dua sekor dimana koefisien reliabilitas gabungan dua sekor ini diturunkan dari koefisien reliabilitas masing-masing sekor asal yaitu:
 Keterangan:
rrel  = koefisien reliabilitas jumlah sekor
r11  = koefisien reliabilitas sekor 1
r22  = koefisien reliabilitas sekor 2
r12   = koefisien korelasi di antara sekor 1 dan 2
Dari rumus di atas bisa diketahui bahwa makin besar koefisien korelasi r12 maka makin besar koefisien reliabilitas gabungan dua sekor.
b.      Gabungan k sekor
Pada cara ini gabungan dua sekor kita perluas menjadi gabungan k sekor. Sehingga koefisien reliabilitas meningkat menurut rumus berikut:
Keterangan:
 rerata koefisien reliabilitas
 rerata koefisien korelasi
Dari rumus perhitungan di atas dapat diketahui bahwa peningkatan koefisien reliabilitas gabungan sekor bergantung kepada besar kecilnya rerata koefisien korelasi di antara mereka. Jadi semakin tinggi rerata koefisien korelasi makin tinggi pula koefisien reliabilitas gabungan sekor karena seolah-olah alat ukur diperpanjang.





BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
Dengan adanya pengujian dari hasil sebuah penelitian atau yang sering disebut dengan uji reliabilitas maka penelitian yang dihasilkan akan memiliki sebuah mutu yang berkualitas. Karena penelitian  yang sudah melalui uji penelitian sudah dianggap bagus dan memenuhi standart.
Berikut adalah jenis-jenis uji reliabilitas yang dibagi menjadi 3 jenis yaitu :
1. Reliabilitas Stabil (Stability Reliability)
2. Reliabilitas Terwakili (Representative Reliability)
3. Reliabilitas Seimbang (Equivalence Reliability)
Ada tiga teknik dasar yang dapat diterapkan oleh peneliti dalam menguji Reliabilitas suatu penelitian yaitu:
1. Teknik pengukuran ulang (test-retest)
2. Teknik belah dua
3. Teknik paralel (equivalent form)
Ada dua Peranan Koefisien Reliabilitas yaitu :
1.   Reliabilitas pada Gabungan Sekor (Komposit)
2.   Reliabilitas pada Selisih Sekor
Didalam pengujian sebuah hasil penelitian juga diperlukan sebuah rumus-rumus untuk menunjukkan bahwa hasil penelitian yang kita lakukan valid dan dapat dipertanggung jawabkan.





3.2    Saran
Semoga dengan adanya makalah ini mampu membantu para peneliti dalam pengujian setiap hasil penelitian yang dilakukannya.
Dan diharapkan dengan adanya makalah ini tidak hanya berguna bagi para peneliti saja, namun bagi semua khalayak umum yang dimana mampu menunjang dalam hal pendidikan dan sosial.
           





















DAFTAR PUSTAKA

1. Azwar.Saifuddin, 2003, Reliabilitas dan Validitas, Yogyakarta, Pustaka pelajar.
2. Sugiyono, 1998, Metode Penelitian Administrasi, CV Alfabeta, Bandung.
3. Sudarwan, Danim, 2000, Metode Penelitian untuk Prilaku. Jakarta : Bumi Aksara.
4. Zainuddin, M, 2000, Metodologi Penelitian, Surabaya, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.
5. Timpe, Dale, 1992, Ilmu dan Manajemen Bisnis, Elex Media Komputindo. Jakarta : Edisi Pertama.
6. Umar, Husein, 1999, Riset Sumbber Daya Manusia dalam Organisasi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta : Edisi Revisi dan Perluasan.
7. Mangkunegara, A.A.P, 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, PT. Remaja Rosda, Bandung.
8. Moenir, H.A.S., 2001, Manajemen Pelayanan Untum di Indonesia, Jakarta : Bina Aksara.

Etika Profesi

 


1.      Berikan Penjelasan secara singkat yang dimaksut dengan Etika Profesi ?
2.      Berikan penjelasan hubungan antara etika dengan Moral ?
3.      Bagaimana hubungan antara Etika, Moral dan Hukum ?
4.      Sebutkan klasifikasi profesi dibidang Teknologi Informasi, dan berikan penjelasan secara singkat ?
5.      Brikan penjelasan, mengapa diperlukan etika Komputer ?
6.      Apa yang dimaksut dengan Etika Bisnis ? Mengapa diperlukan Etika Bisnis ?
7.      Apa yang dimaksut dengan cybercrime ?
8.      Bagaimana etika berinternet yang benar ?

Kasus :
Seorang mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan Informatika/Komputer, pasti memiliki akun di jejaring sosial berbasis internet, seperti : Twitter,facebook,dan lain sebagainya.berikan tanggapan atas prilaku teman-teman anda yang ada di jejaring sosial berbasis internet dari aspek Etika berinternet (NETIKET) .

Jawaban :
1.      Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.
Kamus besar bahasa indonesia terbitan  departemen P&K (1988) merumuskan pengertian etika dalam tiga arti sbb :
ü  Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral .
ü  Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak  .
ü  Nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat  .
Menurut Profesor Robert Salomon, etika dapat dikelompokan menjadi dua definisi :
l  Etika merupakan karakter individu, dalam hal ini termasuk bahwa orang yang beretika adalah orang yang baik. Pengertian ini disebut pemahaman manusia sebagai individu yang beretika
l  Etika merupakan hukum sosial. Etika merupakan hukum yang mengatur, mengendalikan serta  membatasi perilaku manusia
2.      Secara Etimologi, Etika dapat disamakan dengan Moral. Moral berasal dari bahasa
latin “mos” yang berarti adat kebiasaan. Moral lebih kepada rasa dan karsa manusia dalam melakukan segala hal di kehidupannya. Jadi Moral lebih kepada dorongan untuk mentaati etika.
Lawrence Konhberg mencatat 6 orientasi tahap perkembangan moral yang dekat hubungannya dengan etika :
Ø  Orientasi pada hukuman, ganjaran, kekuatan fisik dan material .
Ø  Orientasi hedonitas hubungan antar manusia.
Ø  Orientasi konformitas.
Ø  Orientasi pada otoritas.
Ø  Orientasi kontrak sosial.
Ø  Orientasi moralitas prinsip suara hatim individual, komprehensif dan universal.



3.      Hubungan Etika, Moral dan Hukum dapat digambarkan seperti di bawah ini :

                              
Gambar diatas dapat diartikan bahwa pelanggaran etika dan moral, dapat bersinggungan dengan wilayah hukum dan akan mendapatkan sanksi hukum, tetapi pada kondisi lain pelanggaran etika hanya mendapatkan sanksi sosial dari mayarakat karena pelanggaran tersebut tidak menyentuh wilayah hukum positif yang berlaku.

4.      Secara umum, pekerjaan di bidang Teknologi Informasi setidaknya terbagi dalam 4 kelompok sesuai bidang pekerjaannya.
a.       Kelompok Pertama, adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak (software) baik mereka yang merancang sistem operasi, database maupun sistem aplikasi. Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti misalnya :

Ø  Sistem analis, merupakan orang yang bertugas menganalisa sistem yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada, tentang kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan.
Ø  Programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan sistem analis yaitu membuat program (baik aplikasi maupun sistem operasi) sesuai sistem yang dianalisa sebelumnya.
Ø  Web designer, adalah orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
Ø   Web programmer, orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya. dan lain-lain.

b.      Kelompok kedua, adalah mereka yang bergelut di perangkat keras (hardware). Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :

Ø  Technical enginer, sering juga disebut sebagai teknisi yaitu orang yang berkecimpung dalam bidang teknik baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat sistem komputer.
Ø  Networking Engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya. dan lain-lain.

c.       Kelompok ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi. Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :

Ø  EDP Operator, adalah orang yang bertugas untuk mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
Ø  System Administrator, merupakan orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki kewenangan mengatur hak akses Universitas Kanjuruhan Malang | Profesi dibidang T.I. terhadap sistem, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem.
Ø  MIS Director, merupakan orang yang memiliki wewenang paling tinggi terhadap sebuah sistem informasi, melakukan manajemen terhadap sistem tersebut secara keseluruhan baik hardware, software maupun sumber daya manusianya, dll.

d.      Kelompok yang keempat, adalah mereka yang berkecimpung di pengembangan bisnis Teknologi Informasi. Pada bagian ini, pekerjaan diidentifikasikan oleh pengelompokan kerja di berbagai sektor di industri Teknologi Informasi.

5.      Etika komputer adalah sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis.
Etika sebagai penyeimbang. Bidang apapun tanpa etika bisa buas. Karena tujuan awal pembuatan sebuah alat itu untuk tujuan kebaikan. Tapi ketika sampai ditangan orang-orang yang tak bertanggung jawab, bisa dipakai untuk kejahatan.

6.      Etika Bisnis adalah perilaku yang dinilai etis atau tidak secara individu yang dapat diterapkan pada organisasi atau perusahaan bisnis.
Alasan perlunya Etika Bisnis :
ü  Bisnis juga mempertaruhkan nama,harga diri dan nasib manusia yang terlibat di dalamnnya .
ü  Bisnis adalah bagian penting dalam masyarakat .
ü  Bisnis adalah kegiatan yang mengutamakan rasa saling percaya .

7.      Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang ditimbulkan karena pemanfaatan teknologi internet.
Cybercrime dapat didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi.
8.      Etika berinternet yang benar :
v  One to one comunication
1.      Jangan terlalu banyak mengutip .
2.      Hati-hati menggunakan huruf besar .
3.      Jangan membicarakan orang lain .
4.      Jangan menggunakan cc (carbon copy ) via Email, lebih baik gunakan bcc (blank carbon copy).
5.      Jangan gunakan format HTML.
6.      Beri jawaban yang logis.
v  One to Many comunication
1.      Baca terlebih dahulu milis lama, sebelum ikut bergabung.
2.      Tidak tersedia moderator, jadi jangan tiba-tiba ikut begitu saja.
3.      Berhati-hati dengan kata-kata yang akan di tulis.
4.      Perhatikan aturan yang ada.
5.      Posting harus ringkas dan to the poin.
6.      Subject line sesuaikan dengan aturan yang ada.
7.      Usahakan menggunakan signatur.
8.      Jangan posting berbau porno dan rasial.


Kasus :

Jika dilihat dari kehidupan sekarang tentunya kita tahu bahwa hampir semua individu memiliki akun di jejaring sosial, dan tidak sedikit dari mereka memanfaatkan fasilitas ini sebagai sekedar mencari teman, pacar, bahkan sampai berbisnis. Menanggapi fenomena ini tentunya tidak sedikit kita temukan bahwa masih banyaknya pengguna yang menggunakan fasilitas ini tampa memperhatikan apakah yang mereka lakukan itu berdasarkan Etika berinternet yang benar atau tidak. Sebagai contoh saya ingin menanggapi atas prilaku teman-teman saya di jejaring facebook, di sana banyak sekali mereka berposting dengan kata-kata yang mungkin jika dilihat dari kebiasaan kita sehari-hari merupakan suatu kewajaran, tetapi kalau ditinjau dari segi Etika berinternet, sangat kurang pantas, dikarenakan bahasa yang mereka gunakan sifatnya hanya terlihat biasa di lingkup teman-dekat saja, sedangkan untuk orang lain mungkin akan memberikan pendapat yang lain tentang apa yang mereka tulis. dan biasanya mereka juga tidak sungkan-sungkan untuk meng-upload gambar / foto yang sudah diedit sedemikian rupa, dimana gambar / foto tersebut mereka ambil dari teman atau mencari di internet, jika ditanya “apakah mereka sudah mendapat ijin dari sang pemilik gambar / foto?”, Mereka banyak yang menjawab kalo mereka mengambil tanpa ada ijin dari sang pemilik, karena mereka bertujuan untuk sekadar usil atau ingin mengejek teman. Dari kasus ini tentunya kita bisa menyimpulkan bahwa kebiasaan bisa menjadikan Etika berinternet menjadi lemah dimata masyarakat, jadi diperlukan kesadaran yang lebih untuk bisa memahami pentingnya Etika berinternet yang baik dan benar.

Aktivasi Microsoft Office 2010

 
Silahkan Download disini

Download




Aktivasi XP3

 
Bagi yang memiliki OS windows XP3 di komputer tapi tidak genuine,bisa download aktivasinya disini

Arsitektus Sistem Memory

 
ARSITEKTUR SISTEM MEMORI

I. TEKNOLOGI DAN BIAYA SISTEM MEMORI
Ada 2 teknologi yang mendominasi industri memori sentral dan memori utama, yaitu :

a.    Memori Magnetic Core (tahun 1960)
Sel penyimpanan yang ada dalam memori inti dibuat dari elemen besi yang berbentuk donat yang disebut magnetic core (inti magnetis) atau hanya disebut core saja.
Para pembuat(pabrikan) yang membuat core ini menyusun core plane bersama dengan sirkuit lain yang diperlukan, menjadi memori banks(bank memori).

b.    Memori Solid State
Komputer yang pertama diproduksi untuk tujuan komersil adaalah UNIVAC dimana :
•    CPU nya menggunakan teknologi vacuum tube (tabung hampa udara) dan menjalankan aritmatika decimal.
•    Memori utamanya 1000 word (setiap word besarnya 60 bit dan menyimpan 12 karakter 5 bit)

II. ORGANISASI MEMORI
•    Salah satunya adalah menggunakan Inteleaving dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan kecepatan pengaksesan system penyimpanan yang besar.
•    Sistem penyimpanan yang besar terdiri atas beberapa bank memori independent yang diakses oleh CPU dan peralatan I/O melalui pengontrolan port memori
Contoh : Cross bar switch

Sistem penyimpanan menggunakan Interleave High Order
•    Setiap bank (penyimpanan) berisi blok alamat yang berurutan.
•    Setiap peralatan, termasuk CPU, menggunakan bank memori yang berbeda untuk program dan datanya, maka semua bank dapat mentransfer data secara serentak.

Sistem penyimpanan menggunakan Interleave Low Order
•    Alamat yang berurutan berada dalam bank yang terpisah, sehingga setiap peralatan perlu mengakses semua bank selagi menjalankan programnya atau mentransfer data.
Contohnya : suatu siklus memori lebih lama daripada waktu siklus CPU.
•    Apabila word yang berurutan berada dalam bank yang berbeda, maka system penyimpanan bila dilengkapi dengan putaran yang cocok dapat melengkapi akses memori yang berurutan, dengan kata lain setelah CPU meminta untuk mengakses word pertama yang disimpan dalam salah satu bank, maka ia dapat bergerak ke bank kedua dan mengawali akses word kedua sementara penyimpanan tetap mendapatkan kembali word pertama sementara penyimpanan tetap mendapatkan kembali word pertama.Pada CPU kembali ke bank pertama, system penyimpanan diharapkan telah menyelesaikan mengakses word pertama dan telah siap mengakses lagi.
•    Banyak komputer berkinerja tinggi menggunakan Inteleave Low Order
III. JENIS MEMORI
a. Memory Read Only (ROM)
•    Peralatan memori yang dapat dibaca namun tidak dapat ditulis oleh CPU
Contoh : Switch Mekanis (computer menggunakannya untuk menyimpan konstansta yang digunakan untuk menentukan konfigurasi system(jumlah memori utama).
•    PROM (Programming Read Only Memory) adalah ROM yang diprogram oleh pabrik pembuatnya dan kita tidak bisa mengubah isinya.
•    EPROM (Erasable PROM) adalah ROM yang dapat dihapus dengan menggunakan sinar ultraviolet dan kemudian deprogram kembali.
•    EAROM(Electrically Alterable ROM) ROM yang dapat deprogram oleh computer dengan menggunakan operasi arus tinggi (high current) khusus, digunakan untuk menyimpan informasi yang jarang sekali berubah, contohnya : informasi konfigurasi.

b.    Memory Read / Write
Memori Read/Write dapat diklasifikasikan menurut sifat pengoperasiannya adalah :

1.    Sifat Fisik

    Statis lawan Dinamis

Static RAM (SRAM)
•    Untuk setiap word apabila telah ditulis tidak perlu lagi dialamatkan atau dimanipulasi untuk menyimpan nilainya.
•    Tidak perlu penyegaran
•    Dibentuk dari flip-flop yang nmeggunakan arus kecil untuk memelihara logikanya.
•    Digunakan untuk register CPU dan peralatan penyimpanan berkecepatan tinggi.
•    Merupakan sirkuit memori semikonduktor yang cepat dan mahal.

Dynamic RAM (DRAM)
•    Dibentuk dari kapasitor (peralatan yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik) dan transistor
•    Menggunakan sirkuit pembangkit
•    Waktu siklusnya 2 kali access time (waktu access baca) yaitu waktu yang dibutuhkan untuk memanggil kembali data dari peralatan.
•    Perlu penyegaran


    Volatil lawan Non-Volatil

Memori Volatile
Membutuhkan sumber daya yang terus menerus untuk menyimpan nilainya. Contoh : RAM Static dan Dynamic


Memori Non Volatile
Tidak membutuhkan sumber daya yang terus menerus untuk menyimpan nilainya.
Contoh : ROM


    Read Destruktif lawan Read Non-Destruktif

Memori Read Destruktif
•    Apabila dalam proses membaca word memori tersebut juga menghancurkan nilainnya.
•    Mempunyai 2 fase operasi yaitu read cycle dan restore cycle
•    Selama akses baca system penyimpan pertama kali akan membaca word dan selama akses tulis system penyimpanan pertama kali akan membaca word, yang mengakibatkan waku akses baca akan lebih pendek daripada waktu tulis.
   Contoh : DRAM

Memori Read Non-Destruktif
•    Dalam proses membaca word, memori tersebut tidak dapat dihancurkan.
•    Contohnya : SRAM dan ROM

    Removable lawan Permanen

Memori Removable
•    Memori yang elemen aktifnya dapat dikeluarkan dari hardware system.
•    Contoh : disket.

Memori Non Removable
•    Memori yang elemen aktifnya tidak dapat dikeluarkan dari hardware system.
•    Contoh : RAM dan hard disk

2.    Organisasi Logis
•    Teralamatkan (addressed)
Memori yang menggunakan alamat untuk menentukan sel yang dibaca dan ditulis.
•    Asosiatif
Memori yang menggunakan isi dari bagian word untuk menentukan sel yang dibaca atau ditulis
•    Akses Urut
Memori yang menggunakan piya magnetis untuk mengakses data secara urut.

3.    Memori Archival
•    Memori non volatile yang dapat menyimpan banyak data dengan biaya yang sangat sedikit dan dalam jangka waktu yang lama.Contoh : Tape(Pita), Disk dan Disk Optis
•    Disk Optis menyimpan data dengan mengubah secara internal sifat reflektif dari bidang kecil yang ada pada disk dan membaca data dengan cara mendeteksi secara visual yang telah diubah.
•    WORM Memori (Word Once Read Many Times) ideal untuk menyimpan archival, karena bila sekali telah ditulis ia secara fungsional menjadi ROM.

IV. SISTEM MEMORI UTAMA
•    Tahun 1960-an para programmer system mengembangkan system pengoperasian multiprogramming, yang memanfaatkan atau menggunakan memori utama yang sangat besar.
•    Komputer yang hanya mempunyai satu system memori utama dikatakan mempunyai one-level strorage system(system penyimpanan tingkat satu)
•    Komputer yang mempunyai memori virtual menggunakan multilevel storage system (system penyimpanan bertingkat)
•    Penyimpanan multilevel mempunyai memori sentral(internal) yaitu memori utama dan register CPU sebagai primary memory dan peralatan penyimpanan eksternal seperti hardisk dan disket sebagai secondary memory memori sekunder.

V. RELOKASI PROGRAM DAN PROTEKSI MEMORI
•    Multiprogramming adalah cara yang tepat untuk meningkatkan kegunaan CPU dengan cara memungkinkan beberapa tugas berada dalam memori pada waktu yang bersamaan.
•    Berhasilnya multiprogramming ditentukan antara lain oleh :
o    Relokasi Program
-    Dengan cara menmpatkan program dimana saja dalam memori
-    Initial Program Relocation (Relokasi Program Awal) adalah proses merelokasi program tempat system pengoperasian pertama kali.
-    Dynamic Program Relocation (Relokasi Program Dinamis) adalah system pengoperasian dapat memindahkan program dari suatu tempat ke tempat yang lain dalam memori utama setelah program dijalankan.
o    Proteksi Program
-    Mencegah suatu program mengakses memori yang telah diberikan oleh system pengoperasian ke program yang lain.
-    Contoh relokasi program dan proteksi adalah IBM System/360 dan CDC 6600
-    IBM System/360
    Menggunakan Register Base untuk merelokasi program
    Menggunakan relokasi program awal
    Menggunakan key-controlled memory protection untuk proteksi memori.
-    CDC 6600
    Mempunyai register khusus yaitu Relocation Address (RA/Register Alamat Relokasi) untuk merelokasi program.
    Menggunakan relokasi program awal





VI. MEMORI CACHE
•    Buffer berkecepatan tinggi yang digunakan untuk menyimpan data yang diakses pada saat itu dan data yang berdekatan dalam memori utama.
•    Memori akses random (RAM) berkecepatan tinggi yang ditempatkan diantara system memori dan pemakaiannya untuk mengurangi waktu akses efektif dari system memori.
•    Dengan memasukan memori chace antara peralatan cepat dan system memori yang lebih lambat, perancangan ini dapat memberikan system memori yang cepat.
•    Kegunaan Memori Cache adalah :
    Program cenderung menjalankan instruksi yang berurutan, menyebabkan instruksi tersebut berada didekat lokasi memori.
    Program biasanya mempunyai simpul untuk tempat menjalankan kelompok instruksi secara berulang-ulang.
    Compiler menyimpan array dalam blok lokasi memori yang bersebelahan.
    Compiler biasanya menempatkan item data yang tidak berhubungan didalam segmen data.
•    Cache terdiri dari sejumlah cache entries(entry cache) dan setiap entri cache terdiri dari 2 yaitu
o    Memori Cache
    merupakan SRAM berkecepatan tinggi
    data yang disimpan merupakan kopi dari data memori utama yang terpilih pada saat itu atau data yang baru disimpan yang belum berada didalam memori.
o    Address Tag (Tag Alamat)
    Menunjukan alamat fisik data yang ada dalam memori utama dan beberapa informasi valid

•    Cara kerja Cache adalah :
o    Ketika CPU mengakses memori maka system penyimpanan akan mengirim alamat fisik ke cache
o    Membandingkan alamat fisik tersebut dengan semua tag alamat untuk mengetahui apakah ia menyimpan kopi dari sebuah data.
o    Cache HIT adalah situasi yang terjadi ketika peralatan meminta akses memori ke word yang telah ada didalam memori cache tersebut secara cepat megembalikan item data yang diminta.
o    Cache MISS adalah situasi yang terjadi ketika peralatan meminta akses ke data yang tidak berada dalam cache, cache akan menjemput item tersebut dari memori, dimana hal ini mebutuhkan waktu yang lebih lama dari cache hit.
o    Jika cache tidak menyimpan data, maka akan terjadi cache miss dan cache akan menyampaikan alamat ke system memori utama untuk membaca.
o    Jika data yang dating dari memori utama, maka CPU atau cache akan menyimpan kopinya dengan diberi tag alamat yang tepat.



•    Ada 2 sebab mengapa cache bekerja dengan baik :
    Cache beroperasi secara paralel dengan CPU
- Word tambahan yang dimuatkan setelah terjadi cache miss tidak akan mengganggu kinerja CPU.
    Prinsip Lokalitas Referensi
- CPU akan meminta data baru
•    Setiap cache mempunyai dua sub system yaitu :
    Tag Subsystem
- Menyimpan alamat dan menentukan apakah ada kesesesuaian data yang diminta.
    Memory subsistem
-    Menyimpan dan mengantarkan data.

•    Memori Cache menggunakan teknik pemetaan yang berbeda untuk memetakan alamat memori ke dalam alamat lokalnya, yaitu :
    Cache Asosiatif
-    Disebut juga Fully Associative Cache.
-    Menyimpan tagnya di dalam memori asosiatif atau memori yang ekuivalen secara fungsional
-    Cache dapat menempatkan sembarang jalur refill selama akses memori
-    Membandingkan alamat yang ada dengan semua alamat yang disimpan
    Direct Mapped Cache (Cache yang dipetakan langsung)
-    Membagi memory utama menjadi K kolom dengan N refill line per kolomnya
    Set Cache Asosiatif
-    Mengkombinasikan organisasi asosiatif dan direct (langsung)
-    Mengorganisir memori utama dan memorinya sendiri menjadi kolom jalur refil N
    Sector Mapped Cache (Cache yang dipetakan sector)
-    Merupakan modifikasi dari cache asosiatif
-    Jalur refill memori utama dan cache dikelompokan menjadi sector yang disebut row(baris)

VI. MEMORI VIRTUAL
•    Ada 2 teknik yang digunakan memori virtual utnuk memetakan alamat efektif kedalam alamat fisik yaitu :

    Paging
-    Adalah teknik yang berorientasi hardware untuk mengelola memori fisik
-    Menggunakan paging agar program besar dapat berjalan pada komputer yang mempunyai fisik kecil.
-    Hardware memori virtual membagi alamat logis menjadi 2 yaitu virtual page number dan word offset.
-    Membagi alamat logis dan memori menjadi page yang berukuran tertentu.

    Segmentasi
-    Adalah teknik yang berorientasi pada struktur logis dari suatu program.
-    Membagi alamat logis dan memori menjadi page yang ukuran berubah-ubah.
-    Segmen yang berisi kode prosedur disebut kode segmen dan yang berisi data disebut data segmen

Perbedaan Paging dengan Segmentasi adalah :
    Paging berorientasi pada hardware dan segmentasi pada struktur logis dari suatu program.
    Segmen cenderung jauh lebih besar dari paging.
    Segmen mempunyai jangkauan ukuran page dan page hanya mempunyai satu ukuran tertentu untuk suatu system tertentu.
    Dalam segmentasi seluruh program tidak perlu dibuat sebagai modul tunggal untuk diisikan ke dalam memori sebagai sebuah unit
    Dalam segmentasi, alamat logis mempunyai 2 bagian, yaitu segement number dan byte offset.

VII. MASALAH DESIGN MEMORI
•    Kecepatan Memori lawan kecepatan CPU :
    Awal tahun 1960 – 1980, kecepatan memori dan CPU meningkat, namun rasio keseluruhan antara keduanya relatif.
    Pada era ini kecepatan memori biasanya kurang lebih 10 kali lebih lambat dari kecepatan CPU.
    CDC:6600, 7600, CRAY 1 dan CRAY X-MP untuk super komputer waktu akses memorinya 10 sampai 14 waktu siklus CPU.
    VAX 11/780, 8600 dan 8700 untuk mini computer waktu akses memorinya 4 sampai 7 kali siklus CPU
    Pertengahan tahun 1980, kecepatan CPU jauh lebih meningkat hingga 50 kali kecepatan memori, contoh CRAY
    Keuntungan dari perubahan ini adalah :
    Memori besar umumnya memerlukan hardware khusus untuk mendeteksi dan mengoreksi kesalahan, yang menambah waktu akses memori efektif.
    CPU yang paling cepat merupakan pipelined.

•    Ruang Alamat Memori :
    Semakin besar ruang alamat memori yang disediakan maka akan semakin baik namun harus diperhatikan pula bahwa dalam perubahan tersebut tidak harus merubah secara keseluruhan dan mendasar daripada arsitektur yang telah dibangun.





•    Keseimbangan antara kecepatan dan biaya :
    Sifat dari Teknologi Memori
-    Harga unitnya turun dengan sangat cepat, sedangkan kecepatannya secara perlahan meningkat.
-    Adanya berbagai kecepatan dan biaya dalam peralatan memori
    Ada tiga penggunaan teknologi RAM dalam system computer untuk memanfaatkan variasi ini adalah :
-    Peralatan lambat, murah untuk memori utama
-    Peralatan cepat untuk cache
-    Peralatan sangat cepat, mahal untuk register
•    Memori dalam system computer dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
1.    Internal Processor Memory
2.    Main Memory (Primary Memory)
3.    Secondary Memory (Auxiliary/Backing Memory)
•    Karakteristik Memori :
    Access Time
    Access Modes
    Alterability
    Permanence of Storage
    Cycle Time and Data Transfer Rate
    Physical Characteristics
•    Metode Akses :
    Random Access Memory
Lokasi memori dapat dicapai secara acak dan waktu akses tidak bergantung pada lokasi yang sedang diakses
    Serial Access Memory
Mekanisme akses digunakan bersama-sama oleh seluruh lokasi


Download

Kamus Istilah Komputer Lengkap

 
Untuk yang mau kamus istilah komputer lengkap, silahkan download disini

Matematika Diskrit

 

Apakah Matematika Diskrit Itu?

Rasa ingin tahu adalah ibu dari semua ilmu pengetahuan

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta

·         Matematika diskrit: cabang matematika yang mengkaji objek-objek diskrit.

·         Apa yang dimaksud dengan kata diskrit (discrete)?
    Benda disebut diskrit jika:
-          terdiri dari sejumlah berhingga elemen yang berbeda
-          elemen-elemennya tidak bersambungan
    (unconnected).

     Contoh: himpunan bilangan bulat (integer)

·         Lawan kata diskrit: kontinyu atau menerus (continuous).
Contoh: himpunan bilangan riil (real)

·         Komputer digital bekerja secara diskrit. Informasi  yang disimpan dan dimanipulasi oleh komputer adalah dalam bentuk diskrit.


·         Matematika diskrit merupakan ilmu dasar dalam pendidikan informatika atau ilmu komputer.

·         Matematika diskrit memberikan landasan matematis untuk kuliah-kuliah lain di informatika.
à algoritma, struktur data, basis data, otomata dan teori bahasa formal, jaringan komputer, keamanan komputer, sistem operasi, teknik kompilasi, dsb.

·         Matematika diskrit adalah matematika yang khas informatika à Matematika Informatika.

·         Materi-materi dalam matematika diskrit:
  1.  Logika (logic)
  2.  Teori Himpunan (set)
  3.  Matriks (matrice)
  4.  Relasi dan Fungsi (relation and function)
  5.  Induksi Matematik (mathematical induction)
  6.  Algoritma (algorithms)
  7.  Teori Bilangan Bulat (integers)
  8.  Barisan dan Deret (sequences and series)
  9.  Teori Grup dan Ring (group and ring)
10.  Aljabar Boolean (Boolean algebra)
11.  Kombinatorial (combinatorics)
12.  Teori Peluang Diskrit (discrete probability)
13.  Fungsi Pembangkit dan Analisis Rekurens
14.  Teori Graf (graph – included tree)
15.  Kompleksitas Algoritma (algorithm complexity)
16.           Otomata & Teori Bahasa Formal (automata and formal language theory)

·         Contoh-contoh persoalan matematika diskrit:
-                berapa banyak kemungkinan jumlah password yang dapat dibuat dari 8 karakter?
-                bagaimana nomor ISBN sebuah buku divalidasi?
-                berapa banyak string biner yang panjangnya 8 bit yang mempunyai bit 1 sejumlah ganjil?
-                bagaimana menentukan lintasan terpendek dari satu kota a ke kota b?
-                buktikan bahwa perangko senilai n (n ³ 8) rupiah dapat menggunakan hanya pernagko 3 rupiah dan 5 rupiah saja
-                diberikan dua buah algoritma untuk menyelesaian sebuah persoalan, algoritma mana yang terbaik?
-                bagaimana rangkaian logika untuk membuat peraga digital yang disusun oleh 7 buah batang (bar)?
-                dapatkah kita melalui semua jalan di sebuah kompleks perubahan tepat hanya sekali dan kembali lagi ke tempat semula?
-                “Makanan murah tidak enak”, “makanan enak tidak murah”. Apakah kedua pernyataan tersebut menyatakan hal yang sama?

·         Moral dari cerita di atas: mahasiswa informatika harus memiliki pemahaman yang kuat dalam matematika diskrit, agar tidak mendapat kesulitan dalam memahami kuliah-kuliah lainnya di informatika.

·         Perjalanan satu mil dimulai dari satu langkah.

GRAFIKA KOMPUTER

 
GRAFIKA KOMPUTER
Grafika komputer (Computer graphics) adalah bagian dari ilmu komputer yang berkaitan dengan pembuatan dan manipulasi gambar (visual) secara digital. Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D, pemrosesan citra (image processing), dan pengenalan pola (pattern recognition). Grafika komputer sering dikenal juga dengan istilah visualisasi data.
Bagian dari grafika komputer meliputi:
Geometri: mempelajari cara menggambarkan permukaan bidang
Animasi: mempelajari cara menggambarkan dan memanipulasi gerakan
Rendering: mempelajari algoritma untuk menampilkan efek cahaya
Citra (Imaging): mempelajari cara pengambilan dan penyuntingan gambar.
Geometri (dari bahasa Yunani γεωμετρία; geo = bumi, metria = pengukuran) secara harafiah berarti pengukuran tentang bumi, adalah cabang dari matematika yang mempelajari hubungan di dalam ruang. Dari pengalaman, atau mungkin secara intuitif, orang dapat mengetahui ruang dari ciri dasarnya, yang diistilahkan sebagai aksioma dalam geometri.
Catatan paling awal mengenai geometri dapat ditelusuri hingga ke jaman Mesir kuno, peradaban Lembah Sungai Indus dan Babilonia. Peradaban-peradaban ini diketahui memiliki keahlian dalam drainase rawa, irigasi, pengendalian banjir dan pendirian bangunan-bagunan besar. Kebanyakan geometri Mesir kuno dan Babilonia terbatas hanya pada perhitungan panjang segmen-segmen garis, luas, dan volume.
Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak.
Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi daripada film animasi 2 dimensi.
Wayang kulit merupakan salah satu bentuk animasi tertua di dunia. Bahkan ketika teknologi elektronik dan komputer belum diketemukan, pertunjukan wayang kulit telah memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar bergerak, dialog dan ilustrasi musik.
Rendering dapat diartikan Pembentukan gambar yang mengadung model geometris, menggunakan warna dan bayang-bayang untuk memberikan tampilan
yang realistis.
Citra atau gambar atau bayangan atau imaji (dari Bahasa Inggris image, dan Bahasa Latin imago) adalah benda yang dihasilkan atas upaya manusia dalam mereproduksi kemiripan dari suatu obyek—biasanya obyek-obyek fisik/nyata.